Kasus Korupsi Pimpinan BGN, Christy Lemon: Tamparan Keras bagi Para Pembantu Presiden

JAKARTA, OTORITAS – Bendahara Umum Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), Christy Lemon, menilai penetapan tersangka terhadap mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi peringatan keras bagi seluruh pembantu Presiden dalam menjalankan amanah jabatan.
Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku sedih harus mencopot mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, Christy menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi tidak boleh disikapi dengan toleransi.
“Presiden Prabowo tidak perlu terlalu larut dalam kesedihan atas nasib yang dialami mantan pimpinan BGN yang terjerat kasus korupsi. Peristiwa ini menunjukkan adanya pengkhianatan terhadap amanah yang telah diberikan. Selain mengecewakan Presiden, kasus ini juga mencoreng citra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dibangun dengan kerja keras,” ujar Christy di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, terbongkarnya kasus tersebut menjadi alarm bagi pemerintah bahwa tidak semua pejabat yang dipercaya menjalankan program strategis negara bekerja dengan integritas yang sama.
“Kasus ini membuka fakta bahwa masih ada pembantu Presiden yang tidak menjalankan tugas secara tulus dan bertanggung jawab. Ini menjadi warning serius bahwa kepercayaan yang diberikan Presiden bisa saja disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
Christy berharap proses hukum berjalan transparan dan menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat negara agar mengedepankan integritas serta kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.
Diketahui, ketiga mantan pimpinan BGN tersebut saat ini menjalani proses hukum dan telah ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa sedihnya saat berbicara di hadapan sekitar 12.000 penggerak MBG di Sentul, Bogor, karena harus mengganti pejabat yang sebelumnya dipercaya mengemban tugas penting tersebut.
(Fik)
