GNBN Dukung Langkah Tegas BNN, Perang Melawan Narkoba Harus Total

JAKARTA, OTORITAS – Ketua Tim Gerakan Nasional Berantas Narkoba (GNBN), Heri Soelaiman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN RI) dalam mengungkap berbagai jaringan peredaran gelap narkotika melalui Operasi Saber Bersinar 2026 di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Heri Soelaiman, keberhasilan pengungkapan puluhan kasus narkotika dengan barang bukti ratusan kilogram sabu dan ganja menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih sangat serius dan memerlukan perang total dari seluruh elemen bangsa.
“GNBN mengapresiasi kerja keras BNN RI bersama Polri, Bea Cukai, dan seluruh aparat penegak hukum yang berhasil membongkar jaringan narkotika nasional maupun transnasional. Ini bukti bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan secara total dan tanpa kompromi,” ujar Heri Soelaiman, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai para pelaku kini terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jasa ekspedisi, identitas palsu, kurir terbang, hingga produk vape untuk menyelundupkan narkotika ke berbagai daerah di Indonesia.
“Peredaran narkoba saat ini semakin canggih dan terorganisir. Karena itu aparat harus terus memperkuat pengawasan serta memperluas sinergi lintas lembaga agar jaringan-jaringan besar bisa diputus sampai ke akar,” katanya.
Heri juga mendukung penerapan hukuman maksimal terhadap bandar dan pengendali jaringan narkotika, termasuk penyitaan aset hasil tindak pidana narkotika agar para pelaku tidak lagi memiliki kekuatan finansial untuk menjalankan bisnis haram tersebut.
“Bandar narkoba tidak cukup hanya ditangkap. Aset dan seluruh hasil kejahatannya juga harus disita agar mereka benar-benar kehilangan kekuatan ekonomi,” tegasnya.
Selain mendukung langkah penindakan, Heri mengungkapkan bahwa Tim GNBN sebelumnya juga telah menerbitkan buku edukasi tentang bahaya narkoba sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penyelamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, buku tersebut diharapkan dapat disosialisasikan secara luas kepada masyarakat, sekolah, kampus, komunitas pemuda, hingga lingkungan keluarga agar masyarakat semakin memahami dampak buruk narkoba serta cara mencegah peredarannya.
“Pencegahan harus dimulai dari edukasi. Tim GNBN telah menerbitkan buku tentang narkoba dan kami berharap buku ini bisa disosialisasikan secara luas kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi dan langkah preventif dalam memerangi peredaran narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan, perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Semua pihak harus ikut terlibat, mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, hingga media massa demi menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman narkotika,” lanjutnya.
Sebelumnya, BNN RI melalui Operasi Saber Bersinar 2026 berhasil mengungkap sejumlah kasus narkotika di berbagai wilayah Indonesia dengan total 31 tersangka. Dari operasi tersebut, aparat berhasil menyita sabu sebanyak 136,5 kilogram, ganja 147 kilogram, etomidate 1.260 mililiter, ketamin 1.029 gram, dan 6.681 butir ekstasi dengan nilai barang bukti mencapai Rp211,4 miliar serta menyelamatkan lebih dari 353 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. (@ndi)
