17 Mei 2026

Semangat Harlah Muslimat NU Ke-80, Jamaah Diajak Perkuat Ibadah dan Akhlakul Karimah

0
IMG-20260517-WA0014

Blitar, otoritas.co.id – Muslimat NU melalui PAC Muslimat NU Kecamatan Sanankulon kembali menggelar Pengajian Rutin Sabtu Pon yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah Muslimat NU ke-80. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di halaman Masjid Al Amin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (16/5/2026), dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir di wilayah Kecamatan Sanankulon ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Sejak pagi hari, jamaah tampak memadati lokasi acara dengan penuh antusias dan kekhidmatan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan sholawat, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan NU, hingga tausiyah keagamaan yang memberikan motivasi spiritual kepada para jamaah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU, tokoh agama, Ibu Camat, Kepala Desa Sanankulon, Bhabinkamtibmas, serta unsur masyarakat lainnya. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban acara, panitia turut melibatkan anggota Banser dan para pemuda setempat.

Wakil Ranting Muslimat NU Desa Sanankulon, Hj. Yuni Widayanti, mengatakan pengajian rutin ini menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota Muslimat NU dan masyarakat.

“Melalui pengajian rutin ini, kami berharap seluruh anggota Muslimat NU semakin solid, istiqamah dalam beribadah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Blitar, Nyai Hj. Chomsiyah Mundzir menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan rohani, tetapi juga media koordinasi dan komunikasi antaranggota Muslimat NU di tingkat ranting maupun anak cabang.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara bergilir di setiap wilayah diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, serta semangat memiliki terhadap organisasi.

Dalam tausiyah yang disampaikan kepada jamaah, dijelaskan bahwa Muslimat NU didirikan pada 29 Maret 1946 atau bertepatan dengan 26 Rabiul Akhir 1365 Hijriah. Sementara Nahdlatul Ulama lahir pada 31 Januari 1926 dan hingga kini terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Disampaikan pula bahwa sejak masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, para alim ulama, santri, dan warga NU turut berjuang mempertahankan agama, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan.

Momentum Harlah Muslimat NU ke-80 juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh jamaah meningkatkan ibadah, ketakwaan, dan keimanan kepada Allah SWT. Jamaah diingatkan agar senantiasa menjaga sholat lima waktu sebagai tiang agama dan pondasi kehidupan.

Selain itu, doa bersama dipanjatkan agar seluruh ibu-ibu Muslimat diberikan kesehatan, rezeki halal, umur panjang yang penuh keberkahan, serta kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dalam kesempatan tersebut, Nyai Hj. Khulafiah Munder juga memberikan ijazah doa dan wirid kepada jamaah agar dimudahkan menuju Baitullah.

“Allahumma nekat, Allahumma pekso,” disampaikan sebagai bentuk tekad, keyakinan, dan kepasrahan kepada Allah SWT agar diberikan jalan dan kemampuan untuk menunaikan ibadah haji.

Tak hanya itu, jamaah juga diingatkan untuk menjaga lisan dan menghindari ghibah atau membicarakan keburukan orang lain karena dapat merusak ukhuwah sesama Muslim.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi keagamaan terus terjaga, hubungan sosial masyarakat semakin harmonis, serta lahir pribadi-pribadi yang berakhlakul karimah di tengah kehidupan bermasyarakat. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. (**)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *