Kepedulian Warga Genengan Warnai Tahun Baru Islam 1448 H, Santuni Anak Yatim Lewat Semangat Gotong Royong

BLITAR, OTORITAS.co.id – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Dusun Genengan, Desa Sanankulon, Kabupaten Blitar, kembali terlihat dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI), warga menggelar Pengajian Akbar yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa di halaman Yayasan Masjid Al-Muttaqin, Senin (29/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih terjaga di tengah masyarakat. Melalui penggalangan dana dari rumah ke rumah, warga berhasil menghimpun donasi sebesar Rp14.536.000 yang sepenuhnya digunakan untuk kegiatan sosial dan santunan.
Dalam kesempatan itu, panitia menyerahkan santunan kepada delapan anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan di momen pergantian Tahun Baru Islam.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kehangatan. Kesuksesan kegiatan tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para pemuda bahu-membahu menyiapkan berbagai kebutuhan acara, mulai perlengkapan, konsumsi, hingga teknis pelaksanaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut perangkat Desa Sanankulon, tokoh agama, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta ratusan jamaah yang memadati lokasi pengajian.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Grup Hadrah Regis Sholawat Janur Aji yang melantunkan sholawat sebelum acara inti dimulai. Lantunan sholawat tersebut menghadirkan suasana religius yang membuat jamaah larut dalam kekhusyukan.
Rangkaian acara dipandu oleh Dimas Subeky sebagai pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Ketua PHBI Dusun Genengan, Drs. Sunoto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan sukses.
Puncak acara diisi tausiyah oleh KH Hasan Bisri bertajuk “Momentum Syukur dan Introspeksi Diri.” Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbanyak rasa syukur atas nikmat umur dan kesehatan yang diberikan Allah SWT.
Menurutnya, malam 1 Muharram menyimpan banyak hikmah dari berbagai peristiwa besar yang dialami para nabi. Karena itu, umat Islam diajak melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Malam Suro atau 1 Muharram menyimpan banyak peristiwa besar yang dialami para nabi terdahulu. Mari kita jadikan momen ini untuk grayah-grayah (meraba diri), mengingat Allah SWT, serta menimbang amal baik dan buruk kita agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru,” ujar KH Hasan Bisri.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan dan keimanan, memperbanyak amal kebajikan, menjaga silaturahmi, memakmurkan salat berjamaah, serta berbakti kepada orang tua dan guru sebagai jalan meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Misaji sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus harapan agar masyarakat Dusun Genengan senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun baru Hijriah. ( Rls/Hen )
