15 Mei 2026

Jakarta dan Kelantan Jajaki Kerja Sama Pariwisata, Kesehatan hingga Budaya

0
Screenshot_2026-05-14-15-49-21-09 (1)

Jakarta, otoritas.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Negeri Kelantan, Malaysia, menjajaki penguatan kerja sama lintas sektor yang mencakup pariwisata, kesehatan, pendidikan, investasi hingga pelestarian budaya Melayu. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dengan Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin Bin Haji Daud di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pembukaan rute penerbangan langsung Kelantan–Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 Juni 2026. Kehadiran jalur penerbangan baru ini dinilai dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan, perdagangan dan investasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat konektivitas dan pasar strategis bagi Kelantan. Selain sektor wisata, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan wisata medis atau pelancongan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu keunggulan Malaysia.

“Selama ini warga Jakarta yang berobat ke Malaysia banyak menuju Penang. Dengan adanya penerbangan langsung, Kelantan bisa menjadi alternatif baru,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Sementara itu, Menteri Besar Kelantan, Mohd Nassuruddin Daud, menyebut pihaknya serius mengembangkan sektor wisata kesehatan dengan menawarkan biaya layanan yang lebih terjangkau dibanding sejumlah wilayah lain di Malaysia, namun tetap menjaga kualitas pelayanan medis bertaraf internasional.

Selain sektor ekonomi dan kesehatan, kedua wilayah juga membuka peluang kerja sama di bidang kebudayaan, khususnya pelestarian naskah Melayu kuno yang dinilai menjadi bagian penting dari warisan sejarah dan identitas budaya serumpun Indonesia–Malaysia.

Kerja sama Jakarta dan Kelantan ini dinilai menjadi bagian dari penguatan hubungan regional antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam memperluas kolaborasi ekonomi, budaya, dan konektivitas masyarakat di kawasan Asia Tenggara. (**)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *