1 Juli 2026

Dr. Susilawati, M.Han: Indonesia Butuh Pemimpin Negarawan, Bukan Sekadar Pengejar Kemegahan Infrastruktur

0
file_000000005574720884e0a589a7e0fd0d

Jakarta, Otoritas.co.id – Pengamat Ketahanan Nasional Dr. Susilawati, M.Han menegaskan bahwa berbagai bencana alam besar yang terjadi di dunia harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengevaluasi arah pembangunan nasional. Menurutnya, sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan Ring of Fire, Indonesia seharusnya membangun dengan mengedepankan aspek keselamatan, ketahanan nasional, dan keseimbangan dengan alam, bukan sekadar mengejar pembangunan fisik yang megah.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Susilawati menyikapi meningkatnya bencana alam di berbagai belahan dunia, termasuk gempa bumi berkekuatan besar yang melanda Venezuela. Menurutnya, tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun kemajuan teknologi dan kemegahan infrastruktur, manusia tetap harus menghormati hukum alam.

“Indonesia merupakan negara tropis yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Namun, kita juga hidup di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana sangat tinggi. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus disesuaikan dengan karakter geografis Indonesia, bukan meniru negara lain tanpa mempertimbangkan kondisi alam kita sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya mengejar kecepatan realisasi proyek, tetapi juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaannya. Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang merata, penuh kehati-hatian, berkelanjutan, serta benar-benar memperhatikan keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Menurut Dr. Susilawati, konsep pembangunan nasional semestinya lebih mengutamakan penguatan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti transportasi, komunikasi, konektivitas antarwilayah, pendidikan, kesehatan, logistik, serta sistem mitigasi bencana. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Sebaliknya, ia mengingatkan agar pemerintah tidak menjadikan pembangunan gedung-gedung pencakar langit maupun proyek-proyek yang berorientasi pada kemegahan sebagai simbol keberhasilan pembangunan apabila tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang dibutuhkan rakyat adalah akses transportasi yang baik, komunikasi yang kuat, pelayanan publik yang mudah, serta bangunan yang aman terhadap ancaman gempa. Bukan sekadar bangunan megah yang menghabiskan anggaran negara dari hasil pajak rakyat,” tegasnya.

Ia juga menilai desain rumah dan bangunan di Indonesia harus kembali menyesuaikan karakter wilayah rawan gempa dengan mengedepankan prinsip keamanan, ketahanan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pandangannya, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan fisik semata. Ia menilai derasnya arus modernisasi telah melahirkan budaya materialistis yang perlahan mengikis penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Penghargaan terhadap kemanusiaan menjadi semakin rendah karena terbawa arus deras modernisasi. Akibatnya, orientasi hidup bergeser hanya mengejar materi, sementara ketenangan batin, kepedulian sosial, dan kebersamaan mulai ditinggalkan,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia justru memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya gotong royong, kehidupan religius, serta kekayaan alam yang seharusnya menjadi fondasi dalam membangun bangsa.

Ia mengajak masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih sederhana, sehat, dan selaras dengan alam. Gaya hidup yang terlalu konsumtif, menurutnya, hanya akan meningkatkan ketergantungan terhadap berbagai teknologi dan sumber daya yang rentan terganggu akibat konflik global, krisis energi, maupun perubahan iklim.

Dr. Susilawati menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer maupun kemampuan ekonomi, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan nasional.

Karena itu, ia menilai Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang berjiwa negarawan di seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

“Indonesia membutuhkan pemimpin negarawan di semua tingkatan, bukan pemimpin yang hanya berpikir untuk kelompok tertentu. Seorang negarawan akan menempatkan kepentingan bangsa dan keselamatan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemimpin yang berorientasi pada kepentingan bangsa akan mampu menghadirkan kebijakan pembangunan yang adil, merata, penuh kehati-hatian, berkelanjutan, serta memperkuat persatuan nasional. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari banyaknya proyek yang berdiri, tetapi dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu melindungi rakyat, menghormati karakter alam Indonesia, dan memberikan manfaat yang berkesinambungan.

Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ancaman bencana alam, perubahan iklim, krisis ekonomi, hingga dinamika geopolitik internasional.

“Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, hasil pembangunan harus dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir kelompok. Ketahanan nasional hanya akan terwujud apabila pembangunan berpusat pada manusia, menghormati alam, dan dipimpin oleh para negarawan yang berpihak kepada kepentingan bangsa,” pungkas Dr. Susilawati.

(**)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    https://staging-clanstvo.fksarajevo.ba/

    http://help.neteye.co/article/instalacao-neteye/

    https://www.ionametalindustri.co.id/

    https://cihef.org/domaine-dactivites/

    https://tongsis.ukmfriset.or.id/

    https://www.ukmfriset.or.id/707/

    https://www.guiamaster.com.ar/rubros/taxis

    https://gte.co.id/idn/

    https://cartel.ua/

    https://smpn1mejayan.sch.id/galeri/berprestasi-2/

    https://nationalsportscamps.in/

    https://chungtee.co.th/

    https://csi-movie.com/

    https://duncanscoins.org/

    https://hipstermag.org/

    https://pedodonti.nu/

    https://www.duniamusso.org/

    https://progate.me/

    https://pediaafrica.org/

    https://evergreengardensuk.co.uk/

    https://artios.com.br/

    https://vam-prodam.ru/business-tariffs

    https://dev.architype.pl/

    https://www.masaya.uml.edu.ni/

    https://abtennisdevelopment.com/about/

    https://imageauboutdesdoigts.org/

    http://www.ritualhelper.lviv.ua/krematoriy/

    https://uwaisteam.com/writingcamp

    https://fintechplicity.com/trading/

    https://vam-prodam.ru/shops

    https://billiardsamara.ru/blog/

    https://revistajireh.uml.edu.ni/publicaciones/

    https://bashqash.com/bashqash-blog/

    https://hr.iclick.co.nz/

    https://www.nuevaguinea.uml.edu.ni/publicaciones/

    https://jurnal.yoctobrain.org/index.php/ijodas/

    https://www.nijpcr.nou.edu.ng/

    https://tic.wonogirikab.go.id/

    https://shambhuholdings.com/governance.html

    https://yoctobrain.org/

    https://ta.pp.ru/

    https://kharkiv-nuau.hneu.edu.ua/

    https://convergence.asaindia.org/

    https://cefid.edu.do/historia.php

    https://halosimetri.com/projects/

    https://mk-gracia.ru/kompaniya/

    https://bib.aseba.org/