Dr. Susilawati, M.Han: Bangsa Indonesia Harus Bangga dan Percaya Diri sebagai Negara Besar

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Pengamat pertahanan dan kebangsaan, Dr. Susilawati, M.Han, mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih percaya diri dan bangga terhadap jati diri bangsanya. Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang sangat besar berupa luas wilayah, jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam, serta persatuan masyarakat yang tetap terjaga di tengah berbagai perbedaan.
Dalam pandangannya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun pembangunan fisik yang menjulang tinggi, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyatnya.
Berdasarkan pengalamannya melakukan perjalanan di Malaysia, mulai dari Kuala Lumpur, George Town hingga Johor Bahru, Susilawati melihat pembangunan yang relatif merata di berbagai wilayah. Sepanjang perjalanan tersebut, ia menyaksikan banyak kawasan hunian rakyat dalam bentuk apartemen yang jumlahnya sangat besar serta hampir tidak menemukan kawasan yang tampak kumuh.
“Yang saya lihat justru sangat banyak apartemen untuk masyarakat. Itu menunjukkan adanya perhatian negara terhadap kesejahteraan rakyatnya. Perumahan rakyat dibangun dalam bentuk apartemen sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Selain penyediaan hunian, menurutnya masyarakat juga memperoleh berbagai bentuk dukungan kesejahteraan lainnya. Hal itu menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen negara dalam menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi rakyat.
Susilawati menilai, ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, maka masyarakat akan lebih tertib, lebih patuh terhadap aturan, dan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap negaranya. Kesejahteraan yang merata juga dapat menekan berbagai persoalan sosial dan menciptakan tata kelola yang lebih baik. Otomatis tiada korupsi.
Ia menilai Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut tanpa harus kehilangan karakter dan jati dirinya sebagai negara besar. Karena itu, pembangunan nasional sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ke atas, tetapi juga memperkuat pemerataan pembangunan secara horizontal.
“Pertumbuhan tidak semata-mata harus ke atas. Yang lebih penting adalah pembangunan secara horizontal, sehingga manfaat kemajuan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Kalau fondasinya sudah kuat dan kokoh, maka kemajuan yang lebih tinggi akan mengikuti dengan sendirinya,” katanya.
Menurut Susilawati, bangsa Indonesia selama ini sering kali terlalu fokus membandingkan diri dengan negara-negara yang lebih maju secara teknologi atau ekonomi. Padahal, Indonesia memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki negara lain, terutama dari sisi luas wilayah, jumlah penduduk, kekayaan alam, serta kekuatan sosial masyarakatnya.
“Indonesia adalah bangsa besar. Jangan pernah merasa rendah diri. Negara kita luas, rakyatnya banyak, sumber daya alamnya melimpah, dan masyarakatnya relatif damai. Itu adalah kekuatan yang luar biasa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri agar tidak merasa rendah diri. Menurutnya, pekerja Indonesia harus memiliki keberanian menjaga harga diri dan martabatnya ketika menghadapi perlakuan yang tidak adil.
“Masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri harus berani bersikap tegas jika direndahkan, dilecehkan, atau diperlakukan tidak semestinya. Ketegasan yang dilakukan dengan cara yang benar justru akan membuat orang lain menghormati dan menghargai kita,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengalaman anggota keluarganya yang telah bekerja di Malaysia selama lebih dari dua puluh tahun. Berkat kemampuan, kepercayaan diri, dan keberanian menjaga dirinya sendiri, yang bersangkutan justru memperoleh penghormatan dan kepercayaan dari lingkungan kerjanya.
Lebih lanjut, Susilawati menilai Indonesia tidak perlu minder terhadap negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara yang memiliki kemajuan teknologi lebih tinggi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN dan wilayah yang sangat luas, Indonesia memiliki kekuatan strategis yang sangat besar.
Menurutnya, negara-negara yang lebih kecil memang dapat lebih fokus dalam mengelola sumber daya dan pembangunan. Namun Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena didukung oleh jumlah penduduk yang besar, kekayaan alam yang melimpah, serta posisi geopolitik yang sangat strategis.
“Kalaupun kita belum semaju negara lain dalam beberapa bidang, jangan berkecil hati. Kita memiliki banyak keunggulan yang harus disyukuri dan dikembangkan. Yang penting terus bergerak, terus membangun, dan tetap percaya diri sebagai bangsa besar,” katanya.
Susilawati juga menyoroti kuatnya kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang tetap mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan pandangan politik. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pencapaian besar yang sering kali luput dari perhatian.
“Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, Indonesia tetap mampu menjaga kehidupan yang relatif damai dan terkendali. Tentu ada perbedaan pendapat dan dinamika politik, tetapi secara umum semuanya masih dapat dikelola dengan baik. Ini merupakan kekuatan bangsa yang luar biasa,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Susilawati menegaskan bahwa rasa bangga terhadap Indonesia harus terus ditanamkan kepada seluruh generasi bangsa. Kemajuan tidak harus dicapai dengan meniru negara lain, melainkan dengan memaksimalkan kekuatan dan karakter bangsa sendiri melalui pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Saya pribadi sangat bangga menjadi bangsa Indonesia. Negara kita besar, kuat, kaya akan potensi, dan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, jangan pernah merasa kecil sebagai orang Indonesia. Indonesia itu keren,” pungkasnya. (Red)
