Agro Bisnis Pohon Ajaib Moringa (Kelor) Sistem Tumpang Sari, APIKI-IPJI-MIO-IND Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan dan UMKM

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Anto Suroto, SE, SH, MM, mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan petani, untuk mengembangkan budidaya pohon Moringa (kelor) melalui sistem tumpang sari sebagai model agro bisnis yang menjanjikan serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurut Anto Suroto, budidaya kelor tidak hanya memberikan nilai ekonomi dari daun kelor yang permintaannya terus meningkat, tetapi juga dapat dipadukan dengan berbagai tanaman hortikultura sehingga petani memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.
“Melalui sistem tumpang sari, lahan kelor dapat ditanami berbagai komoditas seperti tomat, pare, terong, kacang, dan cabai. Tanaman-tanaman tersebut dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hingga 40 hari, sehingga mampu memberikan pemasukan rutin bagi petani sembari menunggu hasil utama dari tanaman kelor,” ujar Anto, Minggu (13/7).
Ia menjelaskan, penerapan pupuk cair organik yang diproduksi oleh pelaku UMKM juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Hasil panen menjadi lebih berkualitas, sehat, dan memiliki daya saing tinggi di pasaran.
Anto mengajak para petani agar tidak ragu beralih ke pertanian organik. Menurutnya, produk pertanian organik memiliki nilai jual yang lebih baik sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Jangan takut menjadi petani agro organik. Hasilnya menarik, kualitas produknya semakin baik, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Anto Suroto yang juga dikenal aktif membangun kolaborasi lintas organisasi menyampaikan bahwa APIKI, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), serta Media Independen Online Indonesia (MIO-IND) berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan sektor agro bisnis berbasis UMKM.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Anto Suroto bersama Ketua Umum IPJI Dr. Kun Wardana Abyoto dan Ketua Umum MIO-IND AYS Prayogi. Ketiga organisasi sepakat mendukung program Ketahanan Pangan melalui pengembangan Agro Wisata Terpadu yang telah disiapkan di atas lahan seluas sekitar 6 hingga 10 hektare.
Program tersebut diharapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, serta pengembangan komoditas pertanian yang memiliki prospek pasar luas, baik di dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor.
Anto menegaskan dirinya akan terus mendorong inovasi di bidang agro bisnis agar mampu menciptakan pelaku UMKM yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan naik kelas.
“Pasar domestik maupun internasional untuk produk kelor dan hasil pertanian organik sangat terbuka. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini benar-benar dapat memberikan kesejahteraan bagi para petani dan pelaku UMKM,” pungkasnya.
