Kinerja Solid, BNI Cetak Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

0
IMG-20261028-WA0003

JAKARTA, Otoritas.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan berhasil membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun, tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pencapaian tersebut menjadi rekor tertinggi BNI untuk periode kuartal III sepanjang sejarah perseroan, sekaligus menunjukkan ketahanan fundamental bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan margin industri perbankan.

Berdasarkan laporan kinerja yang dipublikasikan pada Selasa (27/10/2026), pertumbuhan BNI ditopang ekspansi kredit sebesar 22,2 persen menjadi Rp992,5 triliun, dengan penyaluran yang tersebar di seluruh segmen bisnis.

Selain itu, penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) meningkat 19,6 persen menjadi Rp733,7 triliun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross membaik menjadi 1,9 persen.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan produktivitas, serta menerapkan pengelolaan risiko secara disiplin.

“Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Putrama.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang meningkat 13,6 persen menjadi Rp33,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi atau fee-based income turut tumbuh 8,3 persen menjadi Rp13,9 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun, meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, transformasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan bisnis perseroan.

Hingga September 2026, aplikasi wondr by BNI telah digunakan 16,6 juta pengguna atau meningkat 58 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.774 triliun, tumbuh 25 persen.

Sementara itu, platform BNIdirect mencatatkan transaksi sebesar Rp9.324 triliun atau meningkat 16 persen, dengan jumlah pengguna mencapai 293 ribu atau tumbuh 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan transformasi jaringan kantor cabang melalui program BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment), yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, aktivitas transaksi, dan penghimpunan dana murah.

“Integrasi layanan digital dan jaringan cabang memungkinkan BNI memperluas jangkauan layanan, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkuat hubungan dengan nasabah di berbagai segmen,” jelas Putrama.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengungkapkan bahwa ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan menerapkan standar analisis kelayakan debitur yang ketat.

Strategi tersebut berhasil mendorong peningkatan pangsa pasar kredit BNI sebesar 113 basis poin menjadi 10,6 persen.

Dari sisi pendanaan, pertumbuhan giro BNI mencapai 25,9 persen hingga September 2026, melampaui pertumbuhan industri sebesar 9,8 persen berdasarkan data Agustus 2026.

Pangsa pasar giro perseroan meningkat menjadi 13,2 persen, sedangkan pangsa pasar tabungan mencapai 9,2 persen, didukung pertumbuhan tabungan sebesar 11,6 persen secara tahunan.

Meski demikian, BNI tetap menghadapi tekanan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM), yang turun 30 basis poin menjadi 3,5 persen.

Penurunan tersebut dipengaruhi penyesuaian imbal hasil kredit dari 7,3 persen menjadi 6,9 persen. Namun, biaya dana atau cost of fund (CoF) tetap terkendali, bahkan menurun dari 2,83 persen menjadi 2,77 persen.

“Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan struktur pendanaan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Paolo.

Sementara itu, Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, memastikan kualitas aset perseroan terus menunjukkan perbaikan.

Hal tersebut tercermin dari penurunan rasio loan at risk (LaR) dari 10,4 persen menjadi 7,8 persen, serta NPL gross dari 2,0 persen menjadi 1,9 persen.

BNI juga mempertahankan rasio total pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 3,5 persen. Adapun rasio cakupan kredit bermasalah atau NPL coverage ratio tercatat sebesar 193,3 persen.

“Pengelolaan risiko dilakukan sejak penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit, didukung sistem peringatan dini yang terus diperkuat,” ungkap David.

Dari sisi likuiditas dan permodalan, BNI mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87,9 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 143,4 persen, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 128,4 persen.

Sementara itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 19,2 persen, memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis dengan tetap menjaga ketahanan terhadap potensi risiko.

Penguatan kinerja tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia, yang berfokus pada peningkatan produktivitas, daya saing, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

Memasuki kuartal IV 2026, BNI akan terus memperkuat pendanaan berbasis transaksi, mengembangkan layanan digital, meningkatkan produktivitas jaringan kantor cabang, serta menjaga kualitas penyaluran kredit.

Melalui strategi tersebut, perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembiayaan sektor produktif dan pembangunan ekonomi nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *