Didatangi Korban Proyek Fiktif Rp350 Juta, Istri Icang Suryadi Pingsan

Tasikmalaya, otoritas.co.id — Suasana rumah Icang Suryadi di kawasan Pasirwuni, Ciawi, Tasikmalaya, mendadak tegang pada Kamis malam (6/8/2026). Sejumlah orang yang mengaku sebagai korban dugaan proyek fiktif senilai Rp350 juta mendatangi kediaman Icang bersama sejumlah tetangga untuk meminta pertanggungjawaban atas persoalan yang mereka alami.
Namun, Icang tidak berada di rumah. Para korban hanya bertemu dengan istrinya, Elis. Saat mendengar penjelasan mengenai dugaan persoalan yang melibatkan suaminya, Elis disebut mengalami syok hingga pingsan.
“Saya dibohongi selama ini,” ujar Elis sebagaimana disampaikan saksi yang berada di lokasi.
Elis mengaku tidak mengetahui adanya persoalan proyek yang disebut-sebut mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut. Selama ini, menurut pengakuannya, Icang menyampaikan bahwa seluruh urusan pekerjaan berjalan dengan baik.
“Katanya semua urusan kerjaan beres. Ternyata nipu orang,” ujar seorang saksi mengutip pernyataan Elis.
Menurut keterangan Elis kepada para korban, Icang sudah sekitar satu bulan tidak pulang ke rumah dan hingga kini sulit dihubungi. Kondisi tersebut membuat para korban semakin kesulitan mendapatkan penjelasan maupun penyelesaian atas uang yang telah mereka keluarkan.
Para korban menyebut persoalan yang melibatkan Icang bukan merupakan kejadian pertama. Mereka bahkan menyebut kasus dugaan proyek fiktif senilai Rp350 juta tersebut sebagai “jilid ketiga”, setelah sebelumnya terdapat dua persoalan lain yang disebut serupa.
Selain persoalan proyek tersebut, para korban juga mengungkap adanya dugaan masalah lain. Sekitar tiga bulan lalu, Icang disebut meminjam uang sebesar Rp30 juta kepada seorang rekan bisnis dengan alasan untuk keperluan biaya pemakaman ibunya. Namun, menurut keterangan korban, uang tersebut belum dikembalikan dan Icang kemudian sulit dihubungi.
Upaya mencari keberadaan Icang juga disebut telah dilakukan melalui keluarganya. Cepi, adik Icang yang berada di Pekalongan, sebelumnya disebut sempat menyatakan kesediaannya membantu mencari keberadaan kakaknya. Namun, ketika kembali dikonfirmasi oleh para korban, Cepi disebut belum memberikan keterangan.
Para korban kini meminta Icang Suryadi segera menunjukkan keberadaannya dan memberikan penjelasan terkait persoalan yang dipermasalahkan. Mereka juga meminta Icang menyelesaikan kewajibannya kepada para pihak yang merasa dirugikan.
Para korban mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Icang Suryadi agar memberikan informasi melalui nomor 0852 2494 4409, 0812 8232 9669, atau 0813 8500 0315.
Para korban menegaskan bahwa kedatangan mereka ke rumah Icang dilakukan untuk mencari kejelasan dan meminta pertanggungjawaban. Mereka berharap Icang tidak menghindar dan bersedia menyelesaikan persoalan tersebut secara terbuka.
(Red)
