WNA Terkait Operasional BAT Bank Diburu APH Dalam Maupun Luar? CWIG Siap Suplai Data

Jakarta, otoritas.co.id — Ketua Umum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG), Henry Hosang, mengecam keras dugaan penggunaan nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam promosi program Platinum Membership yang dikaitkan dengan operasional BAT Bank di berbagai negara.
Menurut Henry, berdasarkan informasi dan data yang diperoleh CWIG, operasional tersebut diduga tidak dijalankan secara individual, melainkan melibatkan sejumlah pihak yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), termasuk beberapa warga negara asing (WNA) yang diduga memiliki peran dalam kegiatan tersebut.
“Jika dugaan ini terbukti, maka persoalannya tidak lagi semata-mata menjadi isu hukum nasional, melainkan telah memasuki dimensi lintas negara. Kami meminta aparat penegak hukum mendalami secara menyeluruh seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk pihak-pihak yang berada di Indonesia,” tegas Henry.
Henry menjelaskan, laporan dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang saat ini sedang berproses di Indonesia disebut turut menyeret sejumlah nama WNA yang diduga membantu atau berperan dalam operasional BAT Bank. Menurutnya, perhatian terhadap perkara ini tidak hanya muncul di Indonesia, tetapi juga telah menjadi sorotan di berbagai negara.
“Kami memperoleh informasi bahwa terdapat korban dari berbagai negara yang telah atau sedang menempuh jalur hukum sesuai yurisdiksi masing-masing. Karena itu, kasus ini berpotensi berkembang menjadi persoalan hukum lintas batas yang melibatkan kerja sama antarnegara,” ujarnya.
Henry mengingatkan agar penyidik Polda Metro Jaya menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel mengingat sensitivitas kasus yang menyangkut dugaan penggunaan nama Presiden Republik Indonesia, lembaga negara, serta simbol-simbol negara dalam aktivitas yang dipromosikan ke tingkat internasional.
“Perkara ini memiliki dimensi yang sangat serius. Dugaan penggunaan nama Presiden Prabowo Subianto, lembaga negara, dan lambang negara dalam aktivitas yang dipasarkan ke kancah internasional harus diusut secara tuntas. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi perhatian yang lebih besar baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Henry.
CWIG juga menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas dan meminta penyidik untuk mendalami seluruh aspek perkara, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), aliran dana, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh manfaat atau memiliki peran dalam operasional BAT Bank.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu. Publik berhak mengetahui kebenaran atas seluruh rangkaian peristiwa yang sedang diusut aparat penegak hukum,” tegas Henry.
Di akhir keterangannya, Henry menyatakan CWIG siap membantu aparat penegak hukum apabila diperlukan.
“Kami siap mensuplai bukan hanya informasi, tetapi juga data dan dokumen yang kami miliki terkait WNA tersebut untuk membantu proses penegakan hukum dan mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara ini,” tutup Henry. (**)
