Ketahanan Nasional Dimulai Dari Kualitas Dan Kesadaran Tinggi Warga Negara Bukan Semata Pemerintah

Jakarta, otoritas.co.id – Pengamat Pertahanan dan Ketahanan Nasional Dr. Susilawati, M.Han menegaskan bahwa kekuatan dan kemajuan suatu negara tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kesadaran warga negaranya dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai bagian dari bangsa.
Menurutnya, dalam konsep ketatanegaraan, sebuah negara terbentuk karena memenuhi unsur-unsur utama, yakni memiliki wilayah, rakyat atau bangsa, pemerintahan yang berdaulat, ideologi negara, serta pengakuan dari negara lain. Dari seluruh unsur tersebut, kualitas rakyat menjadi faktor yang sangat menentukan keberlangsungan dan kemajuan negara.
“Tujuan dibentuknya negara adalah untuk menciptakan kehidupan yang tertib, aman, adil, dan sejahtera. Oleh karena itu masyarakat memilih pemimpin yang dipercaya mampu menjalankan amanah tersebut. Namun setelah pemimpin terpilih, bukan berarti seluruh tanggung jawab pembangunan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” ujar Dr. Susilawati.
Ia menilai bahwa dalam kehidupan berbangsa saat ini masih terdapat sebagian masyarakat yang memandang pemerintah sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab menyediakan seluruh kebutuhan kehidupan, termasuk lapangan pekerjaan. Padahal, menurutnya, ketahanan suatu bangsa justru akan semakin kuat apabila masyarakat memiliki semangat mandiri, produktif, dan inovatif.
“Pemerintah memang wajib berupaya menciptakan iklim ekonomi yang baik dan membuka kesempatan kerja. Namun rakyat juga harus berusaha, berkarya, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Jangan sampai seluruh harapan dibebankan kepada pemerintah, karena negara yang kuat lahir dari masyarakat yang kuat,” tegasnya.
Dr. Susilawati menjelaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan rakyat harus berjalan secara seimbang. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dalam bentuk kepatuhan terhadap hukum, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana sosial yang kondusif. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kebijakan pemerintah yang mampu memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan.
“Ketahanan nasional tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah. Rakyat dan pemerintah harus berjalan beriringan. Keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana amanat konstitusi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti maraknya tindak kriminalitas jalanan seperti begal dan berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum, tetapi juga mencerminkan pentingnya pembangunan karakter, pendidikan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ketika seseorang kehilangan semangat berusaha dan memilih jalan kriminal, maka yang menjadi korban adalah masyarakat yang sedang menjalankan aktivitasnya secara normal. Oleh karena itu pembangunan karakter, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dr. Susilawati juga mengingatkan bahwa dalam penegakan hukum, prinsip hak asasi manusia harus tetap dihormati. Namun demikian, perlindungan terhadap korban dan hak masyarakat untuk mendapatkan rasa aman juga merupakan bagian penting dari hak asasi yang tidak boleh diabaikan.
“Hak asasi manusia harus ditegakkan secara proporsional. Jangan sampai perhatian hanya terfokus pada pelaku, sementara hak korban dan hak masyarakat untuk hidup aman justru terabaikan. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi seluruh pihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya.
Sebagai pengamat pertahanan dan ketahanan nasional, Dr. Susilawati menegaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan militer atau stabilitas politik semata, melainkan juga dari kualitas masyarakatnya dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan budaya.
“Negara yang kuat adalah negara yang memiliki pemerintah yang bekerja dengan baik dan rakyat yang sadar akan tanggung jawabnya. Ketika pemerintah dan masyarakat sama-sama menjalankan perannya secara bertanggung jawab, maka Indonesia akan semakin kokoh, tertib, aman, dan sejahtera di tengah berbagai tantangan global maupun domestik,” pungkasnya.
(Redaksi)
