Usulan Imunisasi Hari Sabtu, Kemenkes Dorong Peran Ayah Dampingi Anak

JAKARTA, OTORITAS – Kementerian Kesehatan RI melalui Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mewacanakan pelaksanaan imunisasi anak pada hari Sabtu atau akhir pekan. Langkah tersebut diusulkan agar para ayah dapat ikut mendampingi dan mengantar anak saat imunisasi, sekaligus meningkatkan keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan anak.
Usulan itu disampaikan usai kunjungan kerja Kementerian Kesehatan di Aceh, yang saat ini masih menghadapi tantangan tingginya angka anak “zero dose” atau anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Menurut Dante, salah satu hambatan di lapangan adalah keputusan keluarga yang kerap menunggu persetujuan ayah, sementara banyak ayah bekerja pada hari kerja biasa.
“Kita akan membuat modifikasi, misalnya imunisasi dilakukan pada hari Sabtu atau hari libur sehingga bapaknya bisa ikut,” ujar Dante dalam keterangannya.
Kementerian Kesehatan menilai keterlibatan ayah dalam program imunisasi penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan anak sekaligus memperkuat capaian imunisasi nasional. Pemerintah juga tengah fokus menjangkau anak-anak zero dose yang jumlahnya masih cukup tinggi di sejumlah daerah.
Berdasarkan data Kemenkes RI, cakupan imunisasi dasar lengkap nasional pada 2025 mencapai sekitar 80,2 persen. Meski menunjukkan peningkatan, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero dose yang belum memperoleh imunisasi sama sekali. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berisiko memicu kembali Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular seperti campak, difteri, dan pertusis.
Kementerian Kesehatan bersama WHO dan UNICEF juga terus memperkuat kampanye imunisasi nasional melalui momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 dengan tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”. Pemerintah menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang terbukti efektif melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya.
Sejumlah kalangan menilai usulan imunisasi pada akhir pekan dapat menjadi terobosan positif karena memberi ruang lebih besar bagi keluarga, khususnya ayah, untuk terlibat langsung dalam tumbuh kembang anak. Selain meningkatkan cakupan vaksinasi, pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan keluarga.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan vaksin nasional dalam kondisi aman dan distribusi ke daerah terus diperkuat agar pelayanan imunisasi berjalan optimal di seluruh Indonesia. (Red/**)
