Rutan Cipinang Jadi Lokasi Uji Keterbacaan Instrumen Perilaku Seksual Berisiko

JAKARTA, OTORITAS.CO.ID — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang menjadi lokasi pelaksanaan uji keterbacaan (readability test) Instrumen Perilaku Seksual Berisiko yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan instrumen asesmen risiko pemasyarakatan dengan melibatkan 30 warga binaan sebagai peserta.
Uji keterbacaan tersebut bertujuan memastikan setiap pertanyaan dan pernyataan dalam instrumen dapat dipahami secara jelas oleh responden. Tahapan ini dinilai penting untuk meminimalkan perbedaan penafsiran terhadap pertanyaan yang diajukan, sehingga instrumen yang dikembangkan dapat digunakan secara lebih tepat dalam proses asesmen di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melakukan pengujian terhadap pemahaman 30 warga binaan atas berbagai butir pertanyaan dalam instrumen. Hasil pengujian tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau disempurnakan sebelum instrumen digunakan lebih lanjut.
Kegiatan ini diawasi langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahya Putra, didampingi Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan (Kasubsi Adper), A. Muh. Fachri. Pengawasan dilakukan guna memastikan rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan berjalan sesuai dengan tujuan pelaksanaan uji keterbacaan.

Keterlibatan Rutan Kelas I Cipinang dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan instrumen asesmen yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik responden di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui uji keterbacaan ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan diharapkan memperoleh masukan yang memadai untuk menyempurnakan Instrumen Perilaku Seksual Berisiko. Dengan demikian, instrumen tersebut dapat memiliki rumusan pertanyaan yang jelas, mudah dipahami, serta mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih terarah dan akurat di lingkungan pemasyarakatan.
