Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los
BANYUWANGI, OTORITAS.co.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar yang berada di kawasan strategis perkotaan Banyuwangi tersebut kini memiliki fasilitas perdagangan yang lebih tertata, dengan pemisahan area perdagangan sisi utara dan selatan, gedung pasar, area pasar basah dan kering, jalur pedestrian, serta fasilitas parkir.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan revitalisasi pasar merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam mendukung penguatan perekonomian daerah.
Menurutnya, keberadaan pasar memiliki peran penting karena menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” kata Dody.
Pasar Induk Banyuwangi hasil revitalisasi memiliki kapasitas sebanyak 871 unit ruang dagang, yang terdiri atas 184 kios dan 687 los. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas perdagangan yang melibatkan sekitar 657 pedagang, berdasarkan data profil pekerjaan.
Selain ruang perdagangan, kawasan pasar juga dilengkapi fasilitas parkir dengan kapasitas hingga 332 kendaraan roda dua. Akses keluar-masuk kendaraan serta jalur pedestrian turut ditata untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan aktivitas masyarakat.
Lokasi Pasar Induk Banyuwangi juga memiliki nilai strategis karena berada tidak jauh dari sejumlah bangunan bersejarah dan destinasi wisata, di antaranya Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, Taman Kota Sritanjung, dan Taman Blambangan.
Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pekerjaan fisiknya dikerjakan PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak mencapai Rp152 miliar.
Revitalisasi Asrama Inggrisan
Selain Pasar Induk Banyuwangi, Kementerian PU juga menyelesaikan revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.
Revitalisasi Asrama Inggrisan mencakup sejumlah fasilitas, antara lain gedung pertemuan, gedung hotel, kantor pengelola, klinik, kafe dan galeri, musala, serta museum terbuka.
Penataan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan bersejarah sekaligus memperkuat potensi wisata dan ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Dengan posisi yang berdekatan dengan pusat perdagangan dan sejumlah destinasi perkotaan, kawasan Asrama Inggrisan dinilai memiliki potensi untuk terintegrasi dengan kegiatan wisata, ekonomi kreatif, dan aktivitas masyarakat.
Melalui revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, Kementerian PU tidak hanya membangun dan memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga melakukan penataan kawasan yang diharapkan dapat mendukung perdagangan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi wisata dan sejarah Banyuwangi. (Alexander*)
