25 Mei 2026

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Bengkel Hercules, Warga Sekitar Masih Keluhkan Dampak Ekonomi dan Sosial

0
file_000000000da071faa37074245f934867

MAJALENGKA, OTORITAS — Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali menjadi perhatian nasional setelah Presiden terpilih Prabowo Subianto dikabarkan menerima tawaran kerja sama dari Amerika Serikat untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan atau bengkel pesawat Hercules di kawasan Asia Tenggara. Informasi tersebut menjadi sorotan karena dinilai dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri penerbangan nasional sekaligus menghidupkan aktivitas di bandara yang selama ini masih menghadapi tantangan operasional.

Rencana tersebut disebut berkaitan dengan pengembangan kawasan aerospace dan maintenance repair overhaul (MRO) yang sejak beberapa tahun terakhir memang diproyeksikan menjadi salah satu fokus utama pengembangan Kertajati. Pemerintah berharap kehadiran fasilitas perawatan pesawat militer maupun sipil dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Rebana Metropolitan dan menarik investasi baru ke Jawa Barat bagian timur.

Selain itu, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong optimalisasi Kertajati melalui pembukaan rute penerbangan baru, pengembangan logistik udara, serta integrasi transportasi dengan Tol Cisumdawu. Namun hingga kini, bandara tersebut dinilai belum mencapai target ideal jumlah penumpang maupun aktivitas penerbangan.

Di tengah rencana besar tersebut, berbagai keluh kesah warga sekitar bandara masih terus bermunculan. Sejumlah masyarakat di wilayah Majalengka mengaku manfaat ekonomi yang dijanjikan sejak awal pembangunan belum sepenuhnya dirasakan. Banyak pelaku usaha kecil mengeluhkan kondisi kawasan sekitar bandara yang masih relatif sepi sehingga aktivitas perdagangan belum berkembang signifikan.

“Harapannya dulu ramai dan banyak peluang kerja, tapi kenyataannya belum seperti yang dibayangkan,” ujar salah satu warga sekitar Kertajati kepada media lokal.

Sebagian warga juga mengeluhkan perubahan sosial dan ekonomi pasca pembangunan bandara. Alih fungsi lahan pertanian, kenaikan harga tanah, hingga berkurangnya area produktif pertanian menjadi persoalan yang dirasakan sebagian masyarakat sekitar. Kajian akademik juga menyebutkan bahwa transformasi kawasan Kertajati memunculkan tantangan adaptasi sosial bagi masyarakat lokal yang sebelumnya menggantungkan hidup dari sektor agraris.

Tak hanya itu, akses transportasi menuju bandara juga masih menjadi sorotan publik. Meski Tol Cisumdawu telah beroperasi, sebagian masyarakat menilai konektivitas transportasi umum menuju Kertajati belum sepenuhnya optimal. Kondisi tersebut menyebabkan banyak calon penumpang lebih memilih menggunakan bandara lain yang dinilai lebih mudah dijangkau.

Pengamat transportasi menilai keberadaan proyek bengkel Hercules dan kawasan aerospace dapat menjadi momentum penting untuk membangkitkan aktivitas Kertajati. Namun mereka mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada proyek besar, melainkan juga memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan akses ekonomi masyarakat desa sekitar bandara.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pengembangan Kertajati akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari proyek strategis nasional kawasan Rebana Metropolitan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (Red/**)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *