27 Mei 2026

Dr. Susilawati, M.Han: Pancasila Satu-Satunya Ideologi Negara Republik Indonesia dan Perekat Diversity in Unity

0
IMG-20260527-WA0041

JAKARTA, OTORITAS – Pengamat pertahanan dan ketahanan nasional, Dr. Susilawati, M.Han menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia hanya memiliki satu ideologi negara, yakni Pancasila, sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan pemikiran yang dimiliki bangsa Indonesia, Pancasila menjadi perekat utama persatuan nasional yang tidak dapat digantikan oleh ideologi apa pun.

“Indonesia sebagai negara Republik memiliki hanya satu ideologi negara yaitu Pancasila, tiada yang lain,” tegas Dr. Susilawati.

Ia menjelaskan, Pancasila lahir dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang mengedepankan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Dr. Susilawati, Indonesia sebagai negara Republik juga menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memilih agama maupun kepercayaan sesuai keyakinannya masing-masing tanpa adanya paksaan.

“Negara membebaskan setiap warga negara untuk memilih agama maupun kepercayaan sesuai yang diyakini masing-masing, serta tidak ada kewajiban untuk memeluk agama tertentu. Prinsip utama dalam kehidupan berbangsa adalah saling menghormati dan menghargai hak asasi setiap individu,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep diversity in unity atau Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.

“Indonesia berdiri di atas keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan pandangan bukanlah ancaman, melainkan kekuatan nasional. Inilah makna sesungguhnya dari diversity in unity, berbeda-beda tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI,” jelasnya.

Menurutnya, sila pertama Pancasila menjadi pondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa plural yang hidup dalam keberagaman. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa, maka nilai toleransi, kemanusiaan, dan persatuan akan semakin kuat,” katanya.

Dr. Susilawati juga menilai bahwa tantangan global, perkembangan teknologi informasi, serta munculnya berbagai paham transnasional harus dihadapi dengan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, serta tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi negara.

“Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Selama seluruh rakyat tetap berpegang pada Pancasila, maka persatuan dan keutuhan NKRI akan tetap terjaga,” pungkasnya. (**)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *