21 April 2026

Sidang Chromebook Ungkap Klaim Dampak Besar di Sekolah 3T

0
IMG_20260417_155041

Jakarta, Otoritas.co.id – Program digitalisasi pendidikan yang diinisiasi oleh Nadiem Makarim kembali menjadi sorotan dalam persidangan terkait pengadaan perangkat teknologi pendidikan.

Dalam pernyataan yang beredar melalui video di media sosial, mantan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, mengungkapkan bahwa penggunaan Chromebook memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, kehadiran teknologi tersebut membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi siswa di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan fasilitas. Bahkan, ia menilai sekolah-sekolah di wilayah 3T kini memiliki peluang untuk “mendunia” berkat dukungan akses digital.

Pernyataan tersebut mencuat di tengah proses persidangan kasus pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam persidangan, sejumlah pihak dimintai keterangan terkait kebijakan serta pelaksanaan program digitalisasi pendidikan tersebut.

Meski program ini menuai pro dan kontra, terutama terkait aspek pengadaan dan penggunaan anggaran, sejumlah kalangan tetap menilai digitalisasi pendidikan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas akses pendidikan secara merata.

Di sisi lain, publik juga menaruh perhatian besar terhadap aspek transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program tersebut, mengingat besarnya anggaran yang terlibat.

Program digitalisasi pendidikan sendiri menjadi salah satu kebijakan utama pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim, dengan tujuan mendorong transformasi sistem pembelajaran berbasis teknologi di seluruh Indonesia.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *