Kisah Gunung Kemukus: Antara Sejarah, Spiritualitas, dan Mitos yang Melekat

Sragen, otoritas.co.id — Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan mitos. Kawasan ini terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, dan menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Gunung Kemukus identik dengan makam Pangeran Samudra, tokoh bangsawan Kerajaan Majapahit yang diyakini sebagai putra Prabu Brawijaya V. Berdasarkan berbagai sumber sejarah dan cerita tutur masyarakat, Pangeran Samudra bersama pengikutnya mengungsi ke kawasan tersebut dan wafat di sana. Sejak itu, makamnya menjadi pusat ziarah spiritual yang dipercaya memiliki nilai keberkahan.
Selain sejarahnya, Gunung Kemukus juga lekat dengan mitos ritual tujuh kali. Mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan ziarah sebanyak tujuh kali pada hari-hari tertentu, dengan tata cara khusus, diyakini akan memperoleh kelancaran rezeki, jabatan, jodoh, atau kesuksesan hidup. Dalam versi cerita yang beredar, ritual ini dikaitkan dengan kisah Pangeran Samudra dan Dewi Ontrowulan, yang kemudian ditafsirkan secara keliru oleh sebagian masyarakat.
Namun, mitos tersebut dalam praktiknya sempat disalahartikan, sehingga muncul perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial. Hal inilah yang menyebabkan Gunung Kemukus sempat mendapat stigma negatif di ruang publik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah bersama tokoh agama, budayawan, dan masyarakat setempat melakukan penataan kawasan dan pelurusan narasi sejarah. Gunung Kemukus kini dikembalikan sebagai wisata religi dan budaya yang menekankan nilai ziarah, doa, dan penghormatan kepada tokoh sejarah, bukan praktik-praktik yang menyimpang dari ajaran agama.
Kawasan Gunung Kemukus juga dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu. Selain berziarah, pengunjung dapat menikmati panorama alam Waduk Kedungombo, mengikuti kegiatan budaya lokal, serta mendapatkan edukasi sejarah mengenai Pangeran Samudra dan perkembangan Islam di tanah Jawa.
Pemerintah Kabupaten Sragen menegaskan bahwa transformasi Gunung Kemukus bertujuan mengembalikan makna spiritual tempat tersebut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata yang sehat, bermartabat, dan beretika.
Kisah dan mitos Gunung Kemukus menjadi refleksi bagaimana sebuah situs sejarah dapat mengalami pergeseran makna, sekaligus menunjukkan pentingnya pelurusan informasi agar nilai budaya dan spiritual tetap terjaga sesuai dengan jati diri bangsa. (**)
