Hari Santri Nasional 2026, Ketum DPP IPJI Kun Wardana: Santri Harus Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa di Era Digital dan AI
JAKARTA, OTORITAS.co.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam momentum tersebut, Kun Wardana mengajak seluruh santri di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengambil peran strategis dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen generasi muda terhadap masa depan bangsa.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Semangat perjuangan, keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Tanah Air yang diwariskan para ulama harus terus menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” ujar Kun Wardana dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kun Wardana menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, santri memiliki peluang besar untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak, etika, dan tanggung jawab sosial agar kemajuan digital tetap memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
“Santri masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguasaan teknologi dan kecerdasan buatan menjadi kebutuhan penting, tetapi nilai moral, kejujuran, dan kemanusiaan harus tetap menjadi landasan utama. AI harus memudahkan kehidupan, bukan menggantikan peran manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kun Wardana mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital di lingkungan pesantren, khususnya dalam menghadapi penyebaran informasi palsu, disinformasi, ujaran kebencian, serta berbagai tantangan komunikasi di ruang digital.
Menurutnya, santri yang memiliki fondasi keilmuan agama dan nilai-nilai etika dapat mengambil peran penting dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, mendidik, dan bertanggung jawab.
Sebagai Ketua Umum DPP IPJI, Kun Wardana juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kalangan santri, pesantren, insan pers, akademisi, dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas dan kritis terhadap informasi.
“Pers dan santri memiliki tanggung jawab moral yang saling berkaitan, yakni menyampaikan kebenaran, memberikan edukasi, serta menjaga nilai-nilai persatuan. Karena itu, kolaborasi antara dunia pesantren dan insan pers perlu terus diperkuat untuk membangun ekosistem informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap pesantren semakin berkembang sebagai pusat pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, inovatif, mandiri, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan identitas keislaman serta nilai-nilai kebangsaan.
Kun Wardana juga mendorong para santri untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru dan berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat.
“Santri harus menjadi bagian dari kemajuan bangsa, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta inovasi dan solusi bagi masyarakat. Dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat kebangsaan, saya yakin santri Indonesia mampu memberikan kontribusi besar menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Kun Wardana mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun kemandirian bangsa di tengah perubahan global.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Teruslah belajar, berkarya, berinovasi, dan menjaga persatuan. Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, menguasai teknologi, serta memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. Santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
(Redaksi)
