Dr. Susilawati, M.Han: Indonesia Negara Kaya yang Mensejahterakan Seluruh Rakyat, Bukan Negara Maju yang Hanya Dinikmati Segelintir Orang

0
file_0000000091f48207881b69485f68675e

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Indonesia sejatinya tidak perlu terjebak dalam perlombaan mengejar predikat sebagai negara maju apabila kemajuan tersebut tidak diiringi pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam, kekayaan budaya, serta karakter geografis dan sosial yang khas, Indonesia lebih membutuhkan sistem pengelolaan negara yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Dr. Susilawati, M.Han., yang menilai bahwa Indonesia perlu membangun sistem bernegara berdasarkan karakter dan jati dirinya sendiri, bukan sekadar meniru model pembangunan negara lain.

Menurutnya, kekayaan Indonesia harus didukung oleh sistem pemerintahan dan pengelolaan negara yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, serta karakter bangsa. Dengan sistem yang tepat, seluruh elemen masyarakat dapat bergerak secara selaras tanpa harus terus-menerus berhadapan atau saling berseberangan akibat perbedaan kepentingan.

Ia menjelaskan, sistem yang dibangun berdasarkan karakter bangsa akan menciptakan keteraturan dan keselarasan dalam kehidupan bernegara. Setiap unsur masyarakat, lembaga, dan penyelenggara negara dapat menjalankan perannya masing-masing secara alami karena sudah berada dalam tatanan yang saling mendukung.

Dengan demikian, kemajuan Indonesia tidak harus dicapai melalui pemaksaan atau pembangunan yang terkesan dipacu secara berlebihan. Kemajuan seharusnya tumbuh secara bertahap, alami, dan berkelanjutan sebagai hasil dari sistem yang berjalan dengan baik.

Dr. Susilawati mengingatkan bahwa negara tidak dapat diperlakukan semata-mata seperti sebuah perusahaan yang hanya berorientasi pada target pertumbuhan, keuntungan, dan peningkatan angka-angka ekonomi. Jika pembangunan terlalu dipaksakan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat dan keseimbangan kehidupan berbangsa, hal tersebut justru berisiko menimbulkan ketimpangan dan persoalan sosial yang dapat mengancam keberlangsungan negara.

Menurutnya, pembangunan harus menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus tujuan utama. Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh warga negaranya, menjamin hak-hak asasi manusia, serta menciptakan kehidupan yang aman, adil, dan sejahtera.

Karena itu, ukuran keberhasilan Indonesia tidak semestinya hanya dilihat dari status sebagai negara maju, besarnya investasi, pertumbuhan ekonomi, atau pembangunan infrastruktur. Hal yang jauh lebih mendasar adalah apakah seluruh rakyat dapat menikmati hasil pembangunan, memperoleh kesempatan yang adil, serta merasakan kehadiran negara dalam melindungi dan memenuhi hak-hak mereka.

Indonesia memiliki kekayaan dan potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana membangun sistem pengelolaan negara yang selaras dengan karakter bangsa agar kekayaan tersebut tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, melainkan menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Pada akhirnya, Indonesia tidak sekadar membutuhkan predikat negara maju, tetapi membutuhkan tata kelola negara yang mampu menjadikan kekayaan bangsa sebagai fondasi kesejahteraan seluruh rakyat. Kemajuan yang sesungguhnya adalah kemajuan yang tumbuh secara alami, berkeadilan, berkelanjutan, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *