Dari IPJI NTB Menuju Panggung Fashion Internasional, Erina Gallery Tampil di IN2MOTIONFEST 2026

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Kiprah perempuan asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Erina Ichwan, semakin menunjukkan perkembangan membanggakan. Berangkat dari pengalamannya sebagai jurnalis dan pengurus organisasi profesi, kini Erina membawa label fashion miliknya, ERINA GALLERY, menuju panggung industri modest fashion internasional melalui ajang IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Erina Ichwan dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari dunia jurnalistik, penyiaran, organisasi profesi hingga industri kreatif. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Nusa Tenggara Barat, serta aktif sebagai presenter TVRI Mataram dan Redaktur media ImigrasiOne.id.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Erina dalam mengembangkan kreativitas sekaligus membangun jaringan usaha di sektor industri fashion, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui label ERINA GALLERY 5, Erina dijadwalkan tampil dalam PARADE 6 IN2MOTIONFEST 2026 pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 14.30–16.00 WIB, bertempat di Hall A JICC Senayan, Jakarta.
Parade tersebut akan menghadirkan 11 merek fashion terpilih, di antaranya HDnoto, Peuy Batik, Hanny Lovelly, serta ERINA GALLERY 5 yang dijadwalkan menjadi salah satu penampilan penutup.
Keikutsertaan ERINA GALLERY dalam ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pengenalan produk fashion berbasis budaya lokal sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Selama aktif dalam kepengurusan IPJI NTB, Erina dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan kapasitas jurnalis daerah, penguatan jaringan organisasi, serta upaya membangun sinergi antara media dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengalaman berorganisasi tersebut kemudian menjadi salah satu landasan dalam membangun manajemen usaha fashion yang mengedepankan kreativitas, identitas budaya, dan nilai ekonomi.
“Kami di IPJI NTB diajarkan bagaimana membangun jaringan dan menjaga marwah karya. Di ERINA GALLERY, prinsip itu yang saya pakai. Wastra harus punya otoritas cerita,” ujar Erina dalam keterangannya kepada Media Otoritas.
Menurut Erina, pengembangan industri fashion tidak hanya berkaitan dengan desain dan tren busana, tetapi juga bagaimana sebuah karya mampu menyampaikan identitas budaya serta memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
NTB sendiri memiliki kekayaan budaya dan produk wastra yang berpotensi dikembangkan untuk pasar nasional maupun internasional, termasuk Tenun Sasambo dan songket Sukarara yang dikenal memiliki karakter serta nilai tradisi tersendiri.
Melalui pengembangan ERINA GALLERY, Erina berupaya menghubungkan kekayaan budaya tersebut dengan kebutuhan pasar fashion modern, khususnya segmen modest fashion yang terus berkembang.
Ajang IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 mengangkat tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, yang menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri fashion muslim Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang mempertemukan desainer, pelaku UMKM, pengusaha fashion, serta berbagai pemangku kepentingan industri ekonomi kreatif.
Berdasarkan informasi penyelenggaraan, kegiatan ini direncanakan melibatkan lebih dari 300 desainer, merek fashion, UMKM, dan anggota IKRA Indonesia, serta menghadirkan sejumlah desainer tamu internasional dari berbagai negara, antara lain India, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Taiwan, Korea, dan Filipina.
Selain menghadirkan peragaan busana, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar melalui pertemuan bisnis, pameran perdagangan, serta pengembangan tren fashion masa depan.
Melalui program seperti Wastra Business Matching, pameran perdagangan, dan pemetaan tren fashion 2027–2028, para peserta diharapkan memperoleh peluang untuk membangun kemitraan bisnis serta memperluas jaringan distribusi produk.
Bagi ERINA GALLERY, kesempatan tampil dalam ajang tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan karya sekaligus memperkuat posisi merek fashion lokal dalam persaingan industri kreatif.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas kiprah Erina Ichwan yang dinilai mampu mengembangkan potensi diri di luar profesi jurnalistik.
Menurut Kun Wardana, perjalanan Erina menunjukkan bahwa pengalaman sebagai jurnalis dan aktivis organisasi dapat menjadi modal penting dalam membangun kreativitas, kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi.
Ia menilai keberhasilan anggota maupun mantan pengurus IPJI dalam mengembangkan usaha kreatif patut mendapatkan dukungan karena sejalan dengan semangat organisasi dalam mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan insan pers.
“Saya sangat mengapresiasi kiprah Erina Ichwan yang mampu mengembangkan kreativitas dan membawa karya fashion ke panggung yang lebih luas. Semoga ke depan semakin berprestasi, terutama di kancah internasional,” ujar Kun Wardana.
Keikutsertaan Erina dalam ajang fashion berskala internasional tersebut juga dinilai dapat menjadi inspirasi bagi para jurnalis dan anggota IPJI di berbagai daerah untuk terus mengembangkan kemampuan serta menangkap peluang usaha di tengah perubahan industri media dan perkembangan teknologi.
Kun Wardana berharap semakin banyak insan pers yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang jurnalistik, tetapi juga mampu membangun usaha produktif dengan memanfaatkan jaringan, kreativitas, serta perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut dinilai penting untuk mendorong kemandirian ekonomi jurnalis tanpa meninggalkan profesionalisme dan tanggung jawab terhadap profesi.
Perjalanan Erina Ichwan dari dunia jurnalistik menuju industri fashion sekaligus memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, serta pembangunan jejaring dapat menjadi modal dalam mengembangkan kewirausahaan.
Dari pengalaman berorganisasi di IPJI NTB, aktivitas penyiaran di TVRI Mataram, hingga keterlibatannya dalam pengelolaan media digital, Erina kini melangkah ke panggung industri kreatif dengan membawa identitas budaya daerah.
Melalui ERINA GALLERY, kiprah tersebut diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis yang lebih luas, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap promosi produk kreatif Indonesia, khususnya kekayaan wastra Nusa Tenggara Barat, agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar internasional. (Red)
