HUT ke-27 IPJI dan Rakernas 2026 Perkuat Profesionalisme Jurnalis, Kemandirian Ekonomi dan Kedaulatan AI

0
IMG-20261102-WA0035

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026, Minggu (1/11/2026), di Roemah Djan, Jalan Talang Nomor 3, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema “27 Tahun IPJI: Jurnalis Berdaya di Era AI, Bersatu Membangun Kemandirian dan Mengawal Perlindungan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia jurnalistik, serta merumuskan langkah strategis menghadapi perubahan industri media di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peringatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., Ketua Umum DPP IPJI Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., jajaran pengurus DPP, perwakilan DPW dan DPC IPJI dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh organisasi, praktisi media, dan undangan.

Kehadiran para pengurus dan perwakilan daerah menjadi gambaran pentingnya kebersamaan dalam membangun organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia jurnalistik Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan, pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu perhatian utama. Perkembangan teknologi tersebut telah membawa perubahan signifikan dalam proses pencarian informasi, pengolahan data, penulisan berita, hingga distribusi konten melalui berbagai platform digital.

Jurnalis dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman kuat mengenai etika, verifikasi, independensi, akurasi, dan tanggung jawab profesi. AI diharapkan menjadi perangkat pendukung kerja jurnalistik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karya, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis serta tanggung jawab manusia dalam memastikan kebenaran informasi.

Selain pemanfaatan AI, kegiatan pembekalan juga mengangkat tema Jurnalis Entrepreneur dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Materi tersebut diarahkan untuk membuka wawasan mengenai peluang pengembangan ekonomi melalui kreativitas, kemampuan komunikasi, pengelolaan media digital, serta pemanfaatan teknologi.

Konsep Jurnalis Entrepreneur diharapkan dapat mendorong lahirnya insan pers yang tidak hanya produktif dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memiliki kemampuan membangun usaha secara profesional dan berkelanjutan. Pengembangan kemandirian ekonomi tersebut tetap harus memperhatikan prinsip independensi dan etika jurnalistik agar kredibilitas profesi tetap terjaga.

Rangkaian peringatan HUT ke-27 juga diisi dengan pemutaran video perjalanan organisasi bertajuk Derap Langkah IPJI yang menggambarkan perjalanan, dinamika, serta perkembangan organisasi selama 27 tahun.

Momentum tersebut turut ditandai dengan peluncuran Portal Media IPJI dan Media Imigrasione.id sebagai bagian dari pengembangan ekosistem informasi digital. Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat memperluas ruang publikasi, memperkuat komunikasi organisasi, serta menghadirkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara juga diwarnai prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang IPJI. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terlihat dalam pertemuan para pengurus, anggota, serta tamu undangan yang hadir dari berbagai wilayah.

Ketua Umum DPP IPJI, Dr. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.T., dalam momentum peringatan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan insan pers menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi harus disikapi dengan peningkatan kapasitas, penguatan integritas, dan kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Setelah rangkaian peringatan HUT, kegiatan dilanjutkan dengan Rakernas 2026 sebagai forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja ke depan.

Rakernas membahas sejumlah agenda penting, di antaranya konsolidasi kepengurusan DPP, DPW, dan DPC, peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan sistem administrasi serta tata kelola organisasi berbasis digital, dan pengembangan kompetensi jurnalistik di tengah perubahan teknologi.

Selain itu, pembahasan juga diarahkan pada pengembangan program Jurnalis Entrepreneur, penguatan keamanan data, serta pentingnya kedaulatan AI dan data nasional.

Isu kedaulatan AI menjadi perhatian karena perkembangan teknologi digital tidak hanya menyangkut kemudahan akses informasi, tetapi juga berkaitan dengan penguasaan teknologi, keamanan informasi, perlindungan data, dan kepentingan nasional.

Melalui Rakernas, IPJI diharapkan dapat membangun kesamaan visi dan langkah seluruh jajaran organisasi agar program yang dirumuskan dapat dilaksanakan secara terarah hingga tingkat daerah.

Penyelenggaraan HUT ke-27 dan Rakernas 2026 juga menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh pengurus dan anggota IPJI untuk mempererat hubungan antardaerah, memperkuat solidaritas, serta membangun sinergi dalam menjalankan roda organisasi.

Memasuki usia ke-27 tahun, IPJI menghadapi tantangan dunia pers yang semakin kompleks. Perubahan pola konsumsi informasi, persaingan industri media, perkembangan teknologi digital, hingga penggunaan AI menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas.

Organisasi profesi juga dituntut tidak hanya memperkuat struktur kepengurusan, tetapi mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Melalui peringatan HUT ke-27 dan Rakernas 2026, IPJI menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin solid, meningkatkan profesionalisme jurnalis, memperluas pemberdayaan ekonomi, serta memperkuat peran pers dalam mengawal kepentingan publik.

Perjalanan 27 tahun IPJI menjadi landasan untuk terus berbenah dan beradaptasi menghadapi masa depan, dengan tetap menjadikan integritas, independensi, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial sebagai prinsip utama dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *