Dr. Susilawati M.Han Soroti Kesenjangan Sosial: Mengapa yang Kaya Tetap Kaya, yang Miskin Tetap Miskin?

0
IMG-20260911-WA0036

JAKARTA, OTORITAS.co.id — Pengamat Pertahanan Dr. Susilawati M.Han menyoroti pola kesenjangan sosial yang dinilainya masih terjadi di tengah masyarakat. Ia mempertanyakan mengapa kelompok masyarakat yang sudah mapan cenderung tetap berada dalam lingkaran kekuasaan dan peluang, sementara masyarakat biasa masih kesulitan mendapatkan akses yang sama.

Menurut Susilawati, kondisi tersebut terlihat dari pola pengisian berbagai posisi strategis yang sering kali diisi oleh orang-orang dari kelompok dan jaringan yang sama. Mereka yang sudah memiliki akses dan peluang, kata dia, relatif lebih mudah kembali mendapatkan posisi ketika terdapat kesempatan baru.

Ia menilai, pola semacam itu bukan hanya terjadi pada satu bidang tertentu, tetapi dapat ditemukan di berbagai sektor kehidupan. Orang-orang yang sama dan memiliki jaringan yang sama dinilai terus mendapatkan akses terhadap berbagai peluang, sementara sebagian besar masyarakat belum memperoleh kesempatan yang setara.

“Kenapa yang kaya tetap kaya, yang miskin tetap miskin? Saya melihat polanya seperti itu terus. Misalnya kemarin ketemu dengan Pak Prabowo, terlihat hanya orang-orang tersebut saja yang mengambil peluang atau akses lebih terbuka,” ujar Susilawati.

Menurut dia, kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat pembangunan nasional belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pola-pola seperti itu selalu terjadi di berbagai bidang kehidupan nasional. Jadi yang itu-itu saja orangnya. Akhirnya pembangunan nasional itu tidak menyasar seluruh masyarakat Indonesia sebagai pemilik negeri ini,” kata Susilawati.

Ia mengatakan, masyarakat biasa sering kali mengalami kesulitan untuk menembus lingkaran tersebut karena keterbatasan akses, jaringan maupun kesempatan.

“Orang biasa itu kesulitan mau menembus ke situ. Akhirnya posisinya seperti itu terus. Nah, itu yang membuat antara yang kaya dan miskin tetap lebar,” katanya.

Susilawati menilai, kelompok masyarakat yang sudah mapan juga memiliki kecenderungan mempertahankan posisi dan sumber daya yang telah mereka peroleh. Karena itu, menurutnya, upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari kelompok yang telah berhasil.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran dari masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi lemah untuk berusaha meningkatkan kehidupannya.

“Kalau memang dia mau hidup lebih baik, ya berarti dia berjuang. Kalau tidak, ya akan begitu-begitu saja,” ujarnya.

Menurut Susilawati, perubahan sosial dan ekonomi membutuhkan dua hal sekaligus, yakni kemauan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dirinya serta terbukanya akses dan kesempatan yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat yang telah mapan tidak selalu mudah memberikan bantuan kepada kelompok yang kurang mampu karena mereka sendiri terus berupaya mempertahankan apa yang telah dicapai.

“Yang sudah mapan tidak semudah itu mau menolong, karena mereka sendiri pun terus berjuang untuk mempertahankan yang sudah didapatkan,” tutur Susilawati.

Karena itu, ia berpandangan bahwa persoalan kesenjangan tidak cukup diselesaikan dengan bantuan sesaat. Diperlukan upaya membuka akses, kesempatan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mendorong mereka agar memiliki keberanian untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.

“Kalau mau hidup lebih baik, harus ada kesadaran dan perjuangan dari setiap individu. Mengutip apa yang disampaikan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang berani yang menang. Tetapi kesempatan untuk berkembang juga harus dibuka, sehingga tidak hanya orang-orang yang sudah berada di dalam kelompok tertentu yang terus mendapatkan peluang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://staging-clanstvo.fksarajevo.ba/

http://help.neteye.co/article/instalacao-neteye/

https://cihef.org/domaine-dactivites/

https://www.guiamaster.com.ar/rubros/taxis

https://gte.co.id/idn/

https://cartel.ua/

https://nationalsportscamps.in/

https://chungtee.co.th/

https://csi-movie.com/

https://duncanscoins.org/

https://hipstermag.org/

https://pedodonti.nu/

https://www.duniamusso.org/

https://progate.me/

https://pediaafrica.org/

https://evergreengardensuk.co.uk/

https://artios.com.br/

https://vam-prodam.ru/business-tariffs

https://www.masaya.uml.edu.ni/

https://abtennisdevelopment.com/about/

https://imageauboutdesdoigts.org/

http://www.ritualhelper.lviv.ua/krematoriy/

https://uwaisteam.com/writingcamp

https://fintechplicity.com/trading/

https://vam-prodam.ru/shops

https://billiardsamara.ru/blog/

https://revistajireh.uml.edu.ni/publicaciones/

https://bashqash.com/bashqash-blog/

https://hr.iclick.co.nz/

https://www.nuevaguinea.uml.edu.ni/publicaciones/

https://jurnal.yoctobrain.org/index.php/ijodas/

https://www.nijpcr.nou.edu.ng/

https://tic.wonogirikab.go.id/

https://shambhuholdings.com/governance.html

https://yoctobrain.org/

https://ta.pp.ru/

https://kharkiv-nuau.hneu.edu.ua/

https://convergence.asaindia.org/

https://halosimetri.com/projects/

https://mk-gracia.ru/kompaniya/

https://bib.aseba.org/