18 April 2026

IPSI Cup VI Sukabumi 2026: Pencak Silat Perkuat Identitas dan Karakter Bangsa

0
IMG-20260418-WA0002

Sukabumi, Otoritas.co.id — Suasana penuh semangat dan nuansa budaya mewarnai gelaran Festival Pencak Silat Seni IPSI Cup VI 2026 Kota Sukabumi yang berlangsung pada Jumat, 17 April 2026. Ajang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga ruang strategis dalam mempertemukan nilai tradisi, prestasi, dan semangat kebangsaan di Sukabumi.

Para tokoh dan peserta yang menerima penghargaan dalam kegiatan tersebut menjadi simbol nyata dedikasi dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Momentum ini menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, melainkan juga bagian penting dari identitas nasional yang dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, penyelenggaraan festival ini turut mencerminkan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menempatkan olahraga sebagai pilar pembangunan manusia Indonesia secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan pembentukan karakter. Dalam konteks ini, pencak silat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai disiplin, kehormatan, serta sportivitas.

Dari sisi tata kelola, kegiatan ini juga mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Hal ini penting untuk memastikan setiap kegiatan publik berjalan profesional, tertib, dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, padepokan pencak silat, serta masyarakat menjadi kunci sukses terselenggaranya acara ini. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan olahraga sekaligus menjaga kelestarian budaya secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Yayasan Resi Kobra, Nyai Sekar Jingga Samudera, menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran bersama. Ia menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan cerminan peradaban Nusantara yang harus dijaga dengan kejujuran dan integritas.

Ia juga mengingatkan kondisi “Indonesia darurat narkoba” serta menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif seperti pencak silat. Menurutnya, upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi dan penyuluhan bahaya narkoba di sekolah, pesantren, lingkungan kerja, hingga masyarakat umum, termasuk melalui peran aktif organisasi kepemudaan seperti karang taruna.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa budaya dan hukum memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga arah pembangunan bangsa. Keduanya harus berjalan beriringan agar nilai-nilai luhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Pada akhirnya, IPSI Cup VI Sukabumi 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang refleksi bersama. Di balik setiap prestasi dan penghargaan, tersimpan harapan besar agar generasi penerus terus menjaga warisan budaya, menjunjung tinggi nilai hukum, serta memperkuat persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

*(CP/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *