19 Maret 2026

Henry CWIG: ‘Ini Opini atau Stand Up Comedy?’

0
IMG-20260319-WA0097

Jakarta, Otoritas.co.id — Menanggapi pemberitaan terkait polemik pengembalian dana nasabah yang dikaitkan dengan LSM, Ketua Umum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG), Henry Hosang, memberikan respons santai namun tetap tegas.

Saat dimintai tanggapan oleh wartawan pada Kamis, 19 Maret, di sela acara buka bersama dengan rekan-rekan lawyer, aktivis, dan jurnalis di salah satu kedai kopi di Jakarta Barat, Henry bahkan sempat tertawa.

“Wah, terlalu percaya diri kalau itu diarahkan ke kami (CWIG). Persoalan ini kan sudah banyak disorot publik dari berbagai kalangan, aktivis, mahasiswa, termasuk LSM, dan juga sudah ada laporan di kepolisian, termasuk korban berinisial ‘N’,” ujarnya.

Henry menilai narasi yang dibangun justru terkesan mengarah pada serangan personal tanpa dasar yang jelas.

“Menurut saya ini lucu-lucuan saja. Menyerang orang dengan label seperti ‘scammer’, ‘penyamun besar’, atau dibilang diburu polisi Malaysia (DPO), hanya berdasarkan penelusuran internal. Pertanyaannya sederhana: apakah ada putusan pengadilan? Apakah ada dokumen resmi dari aparat penegak hukum Malaysia terkait DPO? Kalau tidak ada, itu tuduhan serius yang punya konsekuensi hukum,” tegasnya.

“Kalau memang merasa benar, hadapi saja proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya. Jelaskan secara terbuka, termasuk klaim-klaim yang selama ini disampaikan. Itu lebih elegan daripada membangun narasi di ruang publik,” lanjut Henry.

Saat ditanya mengenai penyebutan “LSM” dalam pemberitaan tersebut, Henry kembali menanggapi dengan nada santai sambil tertawa.

“Tanya saja BAT Bank, LSM yang mana? Banyak LSM yang menyoroti isu ini,” katanya.

Henry juga menyinggung soal penggunaan inisial “JI” dalam pemberitaan. Menurutnya, penggunaan inisial tidak serta-merta menghilangkan risiko hukum, terlebih jika tidak didukung bukti fakta yang kuat.

“Dalam praktik jurnalistik, verifikasi merupakan prinsip dasar yang tidak bisa diabaikan. Setiap informasi, apalagi yang mengandung tuduhan serius, seharusnya melalui proses check and recheck sebelum dipublikasikan.”

“Publik tentu berhak mengetahui apakah informasi tersebut sudah diverifikasi secara menyeluruh, atau hanya bersumber dari satu pihak tanpa pembuktian yang memadai.”

“Ini yang sering disalahpahami rekan-rekan media. Inisial itu bukan berarti aman. Kalau dari konteksnya orang bisa tahu siapa yang dimaksud, apalagi dalam lingkup tertentu, maka tetap bisa mengarah pada individu yang sama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tuduhan serius yang disampaikan ke publik tanpa dasar yang dapat diuji tetap berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk terkait pencemaran nama baik, fitnah, maupun ketentuan dalam UU ITE.

Sambil tersenyum, Henry kembali menanggapi dengan gaya santai.

“Ya saya sih ketawa saja. Kenapa yang bicara justru bukan pengambil kebijakan?” ujarnya.

“Yang bicara justru staf. Pertanyaannya sederhana, kenapa bukan direksi atau penasihat hukumnya yang menjelaskan? Ini juga menarik untuk dicermati… ada apa?” tambahnya.

“Ah, ini mah sudah kayak lucu-lucuan saja. Santai saja, Bro. Bagi saya ini lebih ke opini yang dibangun. Jujur saja, agak terasa anomali. Tapi ya, kita lihat saja—kita hormati proses hukum yang sedang berjalan. Kita tunggu selesai Lebaran, akan ada kejutan-kejutan baru,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

toto22 toto1000 toto20 boscuan303 slot gacor boscuan303 judi bola slot online judi bola slot resmi slot toto slot gacor