3 Maret 2026

Masyarakat Antusias Ikuti Diskusi Publik PLTN yang Digelar Pers PENA Bangka Tengah

0
IMG-20251231-WA0010

Bangka Tengah, otoritas.co.id – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) atau Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, belakangan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Minimnya informasi resmi dari pemerintah daerah maupun PT Thorcon Power Indonesia terkait perkembangan proyek tersebut turut memicu kegaduhan publik.

Merespons kondisi tersebut, Badan Koordinator Cabang (Bakorcab) Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara (Pers PENA) Kabupaten Bangka Tengah menggelar Diskusi Panel Nongkrong Literasi Energi (NONGKI) dengan tema “Urgensi PLTN dan Bagaimana Prospeknya sebagai Energi Masa Depan?”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa malam (30/12/2025), pukul 20.00–23.00 WIB, bertempat di Kopi Jembatan, Koba.

Diskusi ini menghadirkan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fahlevi Syahrun, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, S.E., M.AP, yang mewakili Bupati Bangka Tengah karena berhalangan hadir. Acara dipandu oleh moderator Feryandi Komeng.

Ketua Bakorcab Pers PENA Bangka Tengah, Fikri El, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi serta informasi terkini kepada masyarakat terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai rencana pembangunan PLTN sebagai energi bersih.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, transparan, dan berimbang mengenai rencana PLTN, termasuk sejauh mana tahapan yang telah dijalani oleh PT Thorcon Power Indonesia,” ujar Fikri.

Ia menambahkan, diskusi berlangsung hangat dan mendapat respons antusias dari peserta. Banyak pertanyaan muncul terkait manfaat, risiko, kebijakan pemerintah daerah dan pusat, serta proses perizinan dan persetujuan tapak PLTT di Pulau Gelasa.

“Harapan kami, diskusi ini memberi pencerahan dan menjadi bagian dari penguatan literasi energi masyarakat Bangka Tengah,” tambahnya.

Sekda Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Pers PENA tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembangunan PLTT di Pulau Gelasa.

“Yang dilakukan PT Thorcon saat ini masih sebatas penelitian dalam rangka persetujuan izin tapak. Belum ada pembangunan apa pun,” jelas Sekda.

Ia juga menegaskan bahwa izin tapak merupakan kewenangan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), bukan pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah tidak mengeluarkan izin tapak. Kami terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan demi kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Babel Fahlevi Syahrun menyampaikan bahwa PT Thorcon masih berada pada tahap persetujuan izin tapak dan belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Ini menjadi pertanyaan besar. Bagaimana bisa masuk tahapan izin tapak, tetapi AMDAL belum ada? Saya minta Pemkab Bangka Tengah segera meminta penjelasan dan dokumen resminya,” ujar Fahlevi.

Ia juga menyoroti status Pulau Gelasa yang dalam RZWP3K dan Perda RTRW Bangka Tengah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan cagar alam laut, serta dalam RZWP3K Provinsi Bangka Belitung ditetapkan sebagai zona pariwisata, jalur migrasi, dan pertambangan laut.
“Saya tidak anti investasi, tapi semua harus sesuai aturan. Pemerintah daerah harus tegas agar tidak terjadi penolakan masyarakat yang justru merugikan investor di kemudian hari,” tegasnya.

Fahlevi juga mengingatkan agar pemerintah daerah tetap netral dan tidak terpengaruh kepentingan tertentu, termasuk potensi bantuan CSR.

“Jangan sampai kebijakan menjadi tidak objektif hanya karena faktor CSR,” katanya.
Perwakilan masyarakat, Dairi, menegaskan bahwa masyarakat siap melakukan class action apabila ditemukan pelanggaran dalam proses perizinan.

“Bupati harus berani menyampaikan fakta ke publik. Jangan sampai ada klaim survei 83 persen masyarakat setuju PLTN, sementara di lapangan justru banyak penolakan,” tegas aktivis Bangka Tengah yang akrab disapa Bung Dodoy.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta. Di akhir acara, Fahlevi Syahrun dan Ahmad Syarifullah Nizam membagikan doorprize berupa buku kepada peserta yang aktif bertanya.

Sebagai penutup, Ketua Bakorcab Pers PENA Bangka Tengah, Fikri El, menyerahkan piagam penghargaan kepada para narasumber dan moderator atas kontribusinya dalam kegiatan Nongkrong Literasi Energi (NONGKI).

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *