PROPAMI Soroti Pentingnya Literasi dan Etika dalam Stabilitas Pasar Modal

Jakarta Selatan, otoritas.co.id – Diskusi Publik Nasional bertajuk “Penguatan Integritas dan Stabilitas Pasar Modal Indonesia di Tengah Dinamika Global dan Perkembangan Influencer Investasi” digelar pada Rabu (1/4/2026) di Avenue Room, Hotel 88 Fatmawati, Jakarta Selatan.
Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, hingga praktisi pasar modal, guna membahas tantangan serta strategi dalam menjaga integritas pasar di tengah pesatnya pertumbuhan investor ritel dan maraknya influencer investasi di media sosial.
Berdasarkan data per Maret 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 23,47 juta, yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Kontribusi investor ritel terhadap transaksi harian bahkan telah melampaui 50 persen. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai.
Ketua Umum Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI), Ns. Aji Martono, menegaskan bahwa fenomena influencer investasi harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
“Perkembangan influencer investasi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kompetensi. Jangan sampai publik menerima rekomendasi tanpa dasar yang jelas, karena ini berpotensi merugikan investor ritel,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan integritas pasar tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pelaku industri dalam menjunjung tinggi etika profesi.
Menurutnya, PROPAMI memiliki peran strategis dalam memastikan standar kompetensi dan kode etik dijalankan secara konsisten oleh para profesional di sektor pasar modal.
“Literasi saja tidak cukup. Kita perlu membangun kesadaran risiko dan memperkuat etika profesi agar kepercayaan publik terhadap pasar modal tetap terjaga,” tegasnya.
Selain itu, diskusi juga menyoroti maraknya praktik manipulasi pasar seperti pump and dump yang saat ini tengah ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dinamika global seperti konflik geopolitik dan fluktuasi ekonomi juga dinilai turut memengaruhi stabilitas pasar.
Dalam konteks tersebut, PROPAMI mendorong penguatan pengawasan, peningkatan kualitas edukasi investor, serta kolaborasi lintas lembaga guna menjaga stabilitas dan integritas pasar modal nasional.
Sebagai hasil diskusi, sejumlah rekomendasi disampaikan, di antaranya percepatan regulasi terkait influencer investasi, penguatan sistem pengawasan transaksi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), serta peningkatan peran media dan komunitas dalam menyajikan edukasi investasi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Melalui forum ini, PROPAMI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga integritas pasar modal Indonesia, sekaligus melindungi investor dari berbagai praktik yang merugikan.
