28 Februari 2026

Lautan Iman di 10 Ramadhan 1447 H dari Pelataran Masjidil Haram

0
photostudio_1772244748722

Mekkah Al-Mukarramah – Jum’at, 10 Ramadhan 1447 Hijriah bertepatan dengan 27 Februari 2026 menjadi hari yang menggetarkan hati jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Di Sayyidul Ayyam, Yaumul Jum’ah yang mulia, suasana Masjidil Haram dipenuhi lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru bumi.

Sejak dini hari sekitar pukul 03.30 waktu Arab Saudi, arus jamaah terus mengalir tanpa henti. Beragam bangsa, bahasa, dan warna kulit menyatu dalam satu kiblat, mengharap ampunan dan meraih ridha Allah SWT. Ada yang berjalan perlahan dengan tongkat, menggandeng orang tua tercinta, menggendong anaknya, hingga duduk khusyuk menanti qiyamul lail, sahur, dan Shalat Subuh berjamaah hingga terbit matahari (syuruq).

Sebagian jamaah beri’tikaf hingga waktu berbuka, lalu melanjutkan dengan Shalat Tarawih dan Witir. Semua sama di hadapan Allah—bersama bersujud dan bertawaf mengelilingi Ka’bah, melebur dalam dzikir dan doa.

Menjelang Maghrib, hamparan sajadah membentang sejauh pandangan. Saf-saf tersusun rapi. Saat adzan berkumandang, jutaan tangan terangkat serempak. Tangis pecah dalam doa-doa yang lirih—ada yang memohon ampun atas dosa bertahun-tahun, ada yang mendoakan kedua orang tua, memohon kesembuhan, hingga berharap dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya.

Malam harinya, Shalat Tarawih dan qiyamul lail menghadirkan suasana yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Lantunan ayat suci dari imam menggema, memantul di dinding-dinding masjid, menembus relung hati jutaan jiwa. Di tengah lautan manusia itu, setiap hamba merasa begitu kecil—namun begitu dekat dengan Rabb-nya.

Hari ke-10 Ramadhan di Masjidil Haram bukan sekadar tentang jumlah jamaah. Momentum ini menjadi gambaran persatuan umat dan bukti bahwa panggilan Allah senantiasa hidup di hati manusia. Di sana, tiada yang dibanggakan selain takwa, dan tiada yang dibawa pulang selain ampunan serta keberkahan.

Pada momen penuh keberkahan tersebut, Ust. Rafi Muzzani selaku Ketua Yayasan Arroyyan Kalimulya dan Ketua ISPI Kota Depok, bersama Ust. Andhyca Nur selaku Ketua Bidang Dakwah KODI Jakarta sekaligus Pembimbing Haji dan Umroh, tengah melaksanakan Umroh Full Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjidil Haram.

Momen kebersamaan diabadikan usai sahur bersama di pelataran masjid, kemudian dilanjutkan menuju rooftop untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah serta mengikuti kajian Subuh bersama salah satu syeikh di Masjidil Haram.

Semoga setiap langkah menuju Baitullah dicatat sebagai pahala. Semoga setiap tetes air mata menjadi saksi taubat yang diterima. Dan semoga umat Islam, meski berada jauh dari Tanah Suci, tetap merasakan getaran iman yang sama—menghidupkan Ramadhan dengan hati yang tunduk dan jiwa penuh harap.

Sebab sejatinya, bukan seberapa jauh kaki melangkah menuju rumah Allah, tetapi seberapa dalam hati kembali kepada-Nya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *