18 Februari 2026

CBA Soroti Duka Ganda Transjakarta: Korban Jiwa dan Laba Menyusut

0
images (1) (28)

Jakarta, otoritas.co.id – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta pada Kamis (12/2/2026) siang menyisakan duka mendalam. Seorang pejalan kaki berinisial S (27) meninggal dunia setelah terlindas bus di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Tragedi ini tak hanya memunculkan keprihatinan dari sisi keselamatan transportasi publik, tetapi juga kembali membuka perdebatan mengenai kinerja keuangan operator bus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai insiden tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Namun, ia menyoroti adanya ironi karena di tengah besarnya dukungan subsidi pemerintah, laba perusahaan justru mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dipaparkan, laba komprehensif PT Transportasi Jakarta pada 2024 tercatat sekitar Rp197 miliar. Angka itu lebih rendah dibandingkan laba tahun 2022 yang mencapai Rp342 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp280 miliar.

“Padahal subsidi dari APBD DKI Jakarta pada 2024 jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi labanya justru minimal,” ujar Uchok, Senin (16/2/2026).

CBA mencatat, pada 2021 subsidi berada di kisaran Rp2,7 triliun dengan laba Rp280 miliar. Sementara pada 2024, subsidi meningkat menjadi sekitar Rp3,6 triliun, namun laba turun menjadi Rp197 miliar.

Menurut Uchok, kondisi “subsidi tinggi, laba menurun” perlu mendapat perhatian serius. Ia menegaskan bahwa dana subsidi yang dialokasikan kepada perusahaan transportasi publik berasal dari pajak masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Karena itu, CBA meminta Kejaksaan Agung untuk melakukan penyelidikan terhadap kinerja keuangan perusahaan tersebut. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana publik sekaligus mendorong pembenahan tata kelola transportasi umum di Ibu Kota.

Di tengah duka atas jatuhnya korban jiwa, sorotan terhadap aspek keselamatan layanan dan transparansi keuangan kini menjadi dua persoalan yang tak terpisahkan—menuntut tanggung jawab serta perbaikan menyeluruh demi menjaga kepercayaan masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *