Webinar Al-Wakīl Ajak Penulis dan Jurnalis Redakan Overthinking

JAKARTA, OTORITAS.co.id — Deadline yang semakin dekat, ide tulisan yang tiba-tiba buntu, naskah yang ditolak editor, hingga berita yang harus segera tayang menjadi bagian dari dinamika yang akrab bagi penulis dan jurnalis.
Tekanan tersebut tidak jarang membuat pikiran terus bekerja tanpa henti. Bahkan ketika pekerjaan sudah selesai, berbagai kekhawatiran masih terbawa hingga waktu istirahat.
Berangkat dari kondisi tersebut, Komunitas Penulis dan Jurnalis menggelar Webinar Refleksi Asmaul Husna bertema “Pikiran Tak Mau Berhenti? Meredakan Cemas bersama Al-Wakīl”, pada Rabu, 16 September 2026.
Bagi penulis dan jurnalis, pikiran merupakan “mesin utama” dalam menghasilkan karya. Namun, ketika tekanan pekerjaan, tuntutan deadline, dan kekhawatiran terhadap hasil bercampur menjadi satu, pikiran dapat mengalami kondisi yang disebut overthinking atau berpikir secara berlebihan.
Kecemasan dapat muncul karena naskah belum selesai, narasumber belum diperoleh, berita belum mendapatkan respons pembaca, trafik media menurun, hingga kekhawatiran apakah tulisan yang dibuat akan dibaca atau diapresiasi publik.
Padahal, dalam proses menulis maupun menjalankan tugas jurnalistik, seseorang hanya dapat berusaha sebaik mungkin. Sementara hasil akhirnya—apakah tulisan mendapat banyak pembaca, menjadi viral, diterima editor, atau justru tidak mendapatkan perhatian—berada di luar kendali manusia.
Melalui pemaknaan terhadap Al-Wakīl, salah satu Asmaul Husna yang bermakna sebagai Maha Pemelihara, Maha Mengurus, atau tempat menyerahkan urusan, peserta diajak memahami bagaimana menjalankan ikhtiar secara maksimal sekaligus menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Sebaliknya, tawakal mengajarkan seseorang untuk tetap bekerja secara optimal, namun tidak membebani diri dengan kecemasan terhadap sesuatu yang berada di luar kendalinya.
Dalam webinar berdurasi sekitar 90 menit tersebut, peserta akan diajak membahas tiga hal utama yang dekat dengan kehidupan penulis dan jurnalis.
Pertama, memaknai Al-Wakīl bagi penulis, yakni bagaimana membangun sikap ikhtiar maksimal dan tawakal setelah melakukan proses riset, menulis hingga mengirimkan naskah kepada editor.
Kedua, teknik praktis menghentikan overthinking dan writer’s block melalui pendekatan psikologi dan nilai-nilai Islam.
Ketiga, amalan dan doa untuk menenangkan hati, menjaga keberkahan karya, serta meluruskan kembali niat dalam berkarya karena Allah SWT.
Webinar tersebut menghadirkan Chichi Sukardjo, M.Psi, penulis sekaligus konselor psikologi Islam, sebagai pemateri.
Informasi Webinar
Webinar Refleksi Asmaul Husna
Tema: “Pikiran Tak Mau Berhenti? Meredakan Cemas bersama Al-Wakīl”
Hari/Tanggal: Rabu, 16 September 2026
Waktu: 19.30–21.00 WIB
Media: Live interaktif melalui Zoom
Investasi: Rp50.000
Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya blogger, penulis buku, content writer, reporter, jurnalis, editor, maupun siapa saja yang berkecimpung dalam dunia kepenulisan dan komunikasi.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp 0813-8012-8597.
“Menulis itu ibadah. Memberitakan kebenaran itu amanah. Agar tetap istiqamah, hati kita harus dijaga dulu,” ujar panitia.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Talaq ayat 3:
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
Melalui webinar ini, para penulis dan jurnalis diharapkan tidak hanya memperoleh teknik menghadapi tekanan dan overthinking, tetapi juga menemukan kembali ketenangan dalam menjalani proses berkarya.
Istirahatkan pikiran, kuatkan hati, lalu kembali berkarya.
Kuota peserta terbatas.
(Fik)
