Dr. Susilawati, M.Han: Tumbuh Bersama SBY, Menjadi Kuat dan Besar

JAKARTA, OTORITAS.co.id – Tokoh perempuan, Dr. Susilawati, M.Han, menilai perjalanan bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberikan proses pembelajaran dan pembentukan karakter bagi para kader Partai Demokrat. Menurutnya, banyak kader yang berkembang menjadi pribadi yang lebih berpengetahuan, kuat, percaya diri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan setelah menjalani proses bersama SBY.
Susilawati mengatakan, ketokohan SBY memiliki peran penting dalam membangun mental dan kapasitas kader. Mereka yang awalnya belum mengetahui menjadi tahu, yang lemah menjadi kuat, yang tidak percaya diri menjadi percaya diri, serta mereka yang belum memahami persoalan menjadi lebih memahami.
“Orang yang belum tahu menjadi tahu, orang yang lemah menjadi kuat, orang yang tidak percaya diri menjadi percaya diri. Orang yang belum paham menjadi paham dengan keberadaannya, bersama dengan ketokohan Pak SBY,” kata Susilawati.
Ia menilai pengalaman tumbuh bersama SBY juga membentuk karakter kader untuk mampu menjalankan perannya masing-masing di berbagai tempat dan bidang. Menurutnya, SBY dapat menjadi sosok ideologis yang memberikan kekuatan bagi kader dalam melanjutkan perjuangan politik.
Susilawati menegaskan, kebersamaan yang dibangun akan membuat kader dan partai menjadi semakin kuat sehingga tidak mudah diruntuhkan oleh berbagai tantangan.
Menurutnya, kesabaran dalam menghadapi tantangan, rintangan, hambatan hingga ancaman merupakan bagian dari proses perjuangan politik. Karena itu, kader tidak seharusnya menghindari persoalan, tetapi justru harus memiliki ketahanan untuk menghadapinya.
“Bersama menjadi kuat itu akhirnya tidak mudah diruntuhkan orang lain. Kesabaran menghadapi segala tantangan, rintangan, hambatan dan ancaman adalah hal yang biasa dihadapi. Bukan melarikan diri dari setiap masalah yang muncul,” ujarnya.
Lebih lanjut, Susilawati mengatakan bahwa semangat yang harus terus ditanamkan kepada kader adalah membesarkan Partai Demokrat dan memperkuat perjuangan agar mampu memenangkan Pemilu. Kepentingan pribadi, menurutnya, tetap merupakan bagian dari perjalanan setiap kader, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat untuk membangun dan membesarkan partai.
“Pada prinsipnya, Partai Demokrat terus berusaha membesarkan partai dengan masuknya kader-kader baru yang berkualitas. Kalau ada yang keluar, berarti mungkin dia sudah tidak mau lagi berjuang untuk membesarkan Partai Demokrat dan lebih memilih mengejar kepentingannya sendiri,” ujar Susilawati.
Menurutnya, regenerasi dan penambahan kader berkualitas merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah partai politik. Kehadiran kader baru diharapkan dapat memperkuat struktur, gagasan, sekaligus memperluas basis perjuangan Partai Demokrat.
Pernyataan tersebut juga berkaitan dengan pesan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato politik yang disampaikan dalam momentum 25 tahun Partai Demokrat.
AHY menyampaikan perspektif mengenai politik yang dikaitkan dengan pemikiran Aristoteles dan Max Weber. Aristoteles memandang politik sebagai upaya mewujudkan kebaikan bersama, sedangkan Max Weber menyebut politik sebagai jalan perebutan dan pengaruh atas kekuasaan.
Namun, dalam pidatonya, AHY memberikan penekanan bahwa politik pada akhirnya membicarakan masa depan rakyat. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa politik seharusnya tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan, tetapi juga mengenai bagaimana masa depan rakyat diperjuangkan dan diwujudkan.
Susilawati juga menilai dinamika perpindahan kader dari satu partai ke partai lainnya merupakan sesuatu yang dapat terjadi dalam perjalanan politik. Menurutnya, setiap orang memiliki ruang masing-masing untuk mengembangkan kemampuan dan mengekspresikan perjuangannya.
“Hal umum jika ada kader berpindah partai, diakibatkan ada keinginan untuk mengekspresikan kemampuannya ditempat lain dengan pondasi dan pengalaman yang sudah didapat di Partai Demokrat. Tetapi intinya, perlunya mengapresiasi kader yang tetap setia dan bertahan terus berjuang bersama membesarkan partai sebagai akar yang menguatkan,” katanya.
Ia menambahkan, keluar-masuknya kader merupakan dinamika organisasi politik. Yang terpenting adalah bagaimana partai terus memperkuat diri dengan kader-kader berkualitas yang memiliki kemampuan, ketahanan, serta komitmen terhadap perjuangan partai.
“Lumrah ada yang keluar dari partai kita, juga ada yang masuk ke partai kita. Intinya kekuatan partai berasal dari kualitas kader yang bisa diandalkan dan tidak bisa dipatahkan serta dihancurkan,” tegasnya.
Menurut Susilawati, keberadaan kader berkualitas menjadi salah satu modal utama bagi Partai Demokrat untuk menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. Kader yang kuat dan memiliki kapasitas diharapkan tidak hanya mampu memenangkan kontestasi politik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam momentum tersebut, Dr. Susilawati, M.Han, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Ia berharap Susilo Bambang Yudhoyono senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta terus menjadi sumber inspirasi dan teladan bagi kader Partai Demokrat maupun generasi muda bangsa.
“Selamat ulang tahun Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Semoga selalu diberikan kesehatan, terus menginspirasi dan menjadi teladan bagi generasi muda bangsa,” pungkas Susilawati.
Selamat ulang tahun ke-25 Partai Demokrat, wujudkan kehidupan rakyat adil, makmur, sejahtera dan berkelanjutan.
