10 Juni 2026

Perumda Pasar Jaya Dituntut Adaptif Hadapi Era Digital dan Gempuran Ritel Modern

0
IMG-20260610-WA0052

 

JAKARTA, OTORITAS – Perumda Pasar Jaya dinilai perlu segera melakukan penyesuaian regulasi dan transformasi pengelolaan agar mampu bertahan di tengah pesatnya perkembangan ritel modern serta platform belanja berbasis digital. Tanpa langkah adaptif, pasar tradisional dikhawatirkan akan semakin ditinggalkan oleh pedagang maupun konsumen.

Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya, H. Abdul Ghoni, menegaskan bahwa perubahan pola belanja masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, pengelola pasar tidak bisa lagi mengandalkan sistem lama jika ingin tetap kompetitif.

“Perumda Pasar Jaya harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Harus dilakukan berbagai regulasi agar mampu bersaing dengan perkulakan modern serta era online dan digital,” ujar Abdul Ghoni.

Meski demikian, ia optimistis eksistensi pasar tradisional tidak akan sepenuhnya tergeser. Menurutnya, transaksi secara daring memang terus meningkat, namun interaksi jual beli secara langsung masih menjadi pilihan utama masyarakat.

“Penjualan online memang berkembang pesat, tetapi sekitar 60 persen transaksi tetap dilakukan secara manual,” tegasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Perumda Pasar Jaya saat ini terus mempercepat program digitalisasi pasar tradisional. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan sebanyak 110 pasar telah terdigitalisasi. Saat ini, 60 pasar telah menerapkan sistem transaksi digital, sementara 50 pasar lainnya ditargetkan menyusul dari total 153 pasar yang dikelola.

Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan seluruh pasar tradisional di ibu kota menggunakan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS mulai 2026. Hingga September 2025, puluhan pasar telah aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

Selain itu, Perumda Pasar Jaya bersama Bank DKI telah meluncurkan sistem Market Point of Sales (MPOS) pada 28 November 2024 di Pasar Mayestik. Program ini telah diterapkan di sembilan pasar, yakni Pasar Glodok, Pasar Minggu, Pasar Pagi, HWI Lindetevis, Palmariam, Rawamangun, Perumnas Klender, Mayestik, dan Sunter Podomoro. Sebanyak 15 pasar lainnya masih dalam tahap implementasi.

Transformasi digital juga dilakukan melalui penerapan sistem terintegrasi sejak Mei 2020. Seluruh proses pengadaan barang dan jasa kini telah terotomasi dalam satu platform yang terhubung dengan sistem SAP dan para vendor. Upaya tersebut turut mengantarkan Perumda Pasar Jaya meraih penghargaan Top Digital Award 2025 pada Maret lalu.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi. Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta, sebanyak 60 dari 153 pasar yang dikelola masih berada dalam kondisi kumuh dan rawan banjir. Bahkan, sekitar 40 persen pasar dikategorikan dalam kondisi sangat memprihatinkan, seperti becek, bocor, rentan terhadap kebakaran, serta berisiko terdampak banjir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun terus mendorong pemerataan program digitalisasi yang dibarengi dengan revitalisasi sarana dan prasarana pasar.

“Pasar-pasar ini ternyata meningkatkan secara signifikan transaksi yang menggunakan digital. Seperti Pasar Santa, Mayestik, dan sebagainya. Dari 12 pasar yang kita lombakan, transaksi digital meningkat hingga 47 persen,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ke depan, Perumda Pasar Jaya bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek akan memperluas implementasi digitalisasi ke seluruh pasar tradisional di Jakarta.

Dengan dukungan regulasi yang lebih adaptif, peningkatan kualitas infrastruktur, serta percepatan transformasi digital, pasar tradisional diharapkan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang mampu bersaing di tengah gempuran ritel modern dan e-commerce.

(Fik)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    https://staging-clanstvo.fksarajevo.ba/

    http://help.neteye.co/article/instalacao-neteye/

    https://www.ionametalindustri.co.id/

    https://cihef.org/domaine-dactivites/

    https://tongsis.ukmfriset.or.id/

    https://www.ukmfriset.or.id/707/

    https://www.guiamaster.com.ar/rubros/taxis

    https://gte.co.id/idn/

    https://cartel.ua/

    https://smpn1mejayan.sch.id/galeri/berprestasi-2/

    https://nationalsportscamps.in/

    https://chungtee.co.th/

    https://csi-movie.com/

    https://duncanscoins.org/

    https://hipstermag.org/

    https://pedodonti.nu/

    https://www.duniamusso.org/

    https://progate.me/

    https://pediaafrica.org/

    https://evergreengardensuk.co.uk/

    https://artios.com.br/

    https://vam-prodam.ru/business-tariffs

    https://dev.architype.pl/

    https://alice.ixup.com/

    https://jurnal.yoctobrain.org/index.php/ijodas/

    https://www.nijpcr.nou.edu.ng/

    https://tic.wonogirikab.go.id/

    https://shambhuholdings.com/governance.html

    https://yoctobrain.org/

    https://ta.pp.ru/

    https://kharkiv-nuau.hneu.edu.ua/

    https://convergence.asaindia.org/

    https://cefid.edu.do/historia.php

    https://halosimetri.com/projects/

    https://mk-gracia.ru/kompaniya/

    https://bib.aseba.org/