Whistleblower Mulai Bergerak, CWIG Dorong Justice Collaborator dan Pengusutan Hukum

Jakarta, Otoritas.co.id — Ketua Umum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG), Henry Hosang, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melindungi identitas para whistleblower yang telah bersedia menyampaikan informasi secara jujur, serta memberikan persetujuan agar informasi tersebut dapat dipublikasikan secara terbatas demi kepentingan publik.
CWIG juga mendorong penggunaan mekanisme justice collaborator apabila proses hukum berjalan, sebagai bagian dari upaya membuka fakta secara terang dan menyeluruh dalam setiap dugaan praktik yang berpotensi melanggar hukum.
Henry mengungkapkan bahwa terdapat seorang korban warga negara asing (WNA) berinisial “N” yang perkaranya saat ini tengah berproses di Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun terakhir, perkara tersebut telah memasuki tahap pemanggilan ketiga.
“Aparat penegak hukum juga diketahui telah mendatangi alamat yang tercantum dalam identitas yang bersangkutan, namun yang bersangkutan dilaporkan tidak berada di tempat,” ujarnya.
Di sisi lain, CWIG mengaku mulai menerima pernyataan dari pihak-pihak internal yang menggambarkan adanya tekanan serta kondisi yang dinilai tidak wajar di dalam sistem.
Salah satu sumber menyampaikan:
“Ada pihak di dalam yang dinilai tidak mempertimbangkan risiko hukum dari tindakan yang diambil. Dampaknya bisa dirasakan oleh banyak pihak di dalam.”
“Saya berkomitmen untuk menyampaikan apa yang saya ketahui.”
Sumber lain juga menyoroti persoalan hak karyawan yang belum dipenuhi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Saat ini gaji karyawan belum dibayarkan, dan menjelang Lebaran, THR masih menjadi tanda tanya besar.” bila ada yang bertanya di marahi bahkan di asingkan.
Ini Framing saja, seolah olah tidak ada uang lagi, padahal uang korban masuk tapi fasilitas tidak pernah di terima, timbul pertanyaan, semua uang tersebut kemana? akhirnya muncul persepsi korban melalui karyawan karyawan bahwa CEO tidak ada uang lagi, apakah ini opini yang sengaja di bangun?,”ujar Henry.
Lebih jauh, whistleblower mengaku terdorong untuk berbicara karena alasan moral dan kemanusiaan.
“Saya menyampaikan ini karena sangat prihatin kepada para korban. bagaimana melihat mereka di pimpong sana sini, kasian sekali, tapi konsekuensi hukum negara dan hukum Tuhan tetap akan berjalan.”
“Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan apa yang saya dengar dan saya saksikan sendiri.”
Sebagai penutup, Henry mengingatkan bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya tertutup rapat dari kebenaran.
“Sehebat apa pun upaya menutupinya, fakta pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.”tutup Henry. (**)
