21 Februari 2026

Pemahaman Dasar Konsep Geo Ekonomi Nasional & Internasional

0
FunPic_20260221_175242238

Oleh: SS

 

OTORITAS.co.id – Konsep geoekonomi menjadi salah satu pendekatan strategis dalam memahami arah kebijakan pembangunan nasional maupun dinamika hubungan internasional. Pada prinsipnya, pembentukan negara-negara di dunia tidak pernah membatasi suatu bangsa untuk berkembang dan mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Namun, setiap langkah pembangunan tersebut tentu akan berdampak pada keseimbangan dan dinamika pasar global.

Dalam konteks pengelolaan negara, orientasi kebijakan tidak semata-mata bertumpu pada keuntungan ekonomi (profit). Jika suatu negara terlalu berorientasi pada pertumbuhan keuntungan semata, maka berisiko menghadapi titik kejenuhan hingga penurunan stabilitas. Hakikat pengelolaan negara sejatinya bertujuan menciptakan kemakmuran bersama (shared prosperity) serta menjaga stabilitas yang merata dan berkelanjutan.

Mengelola negara jelas berbeda dengan mengelola perusahaan. Perusahaan berorientasi pada profit ekonomi dengan pertumbuhan tinggi, namun juga memiliki risiko kejatuhan yang besar. Jika sebuah perusahaan bangkrut, masih terbuka peluang untuk bangkit kembali dengan entitas baru. Sebaliknya, negara memerlukan tata kelola yang cermat, detail, dan berjangka panjang. Ketika sebuah negara runtuh, membangunnya kembali bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Dalam konteks Indonesia, terdapat sejumlah hal strategis yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah memastikan hasil industri dalam negeri tetap berputar di dalam negeri. Arus modal yang keluar secara besar-besaran untuk investasi di luar negeri, berpotensi mengurangi daya dorong ekonomi nasional. Negara tujuan investasi akan memperoleh manfaat ekonomi signifikan, sementara di dalam negeri terjadi kekurangan perputaran modal.

Hal lain yang patut diwaspadai adalah praktik penyimpanan dana hasil usaha, bahkan hasil tindak korupsi, di rekening luar negeri. Kondisi ini dapat mempersempit likuiditas domestik sehingga perputaran ekonomi menjadi terbatas. Dampaknya, kesempatan kerja berkurang dan masyarakat dengan keterampilan terbatas terdorong mencari pekerjaan ke luar negeri, yang dalam sejumlah kasus berisiko menimbulkan persoalan sosial baru.

Idealnya, arus devisa masuk diperkuat melalui peningkatan kualitas tenaga kerja profesional yang mampu bersaing secara global, bukan hanya mengandalkan sektor buruh. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih longgar, dinamis, dan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat luas.

Sebagai negara kepulauan beriklim tropis, Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, pariwisata, olahraga, serta seni dan budaya. Sektor-sektor ini memiliki potensi produktivitas berkelanjutan sepanjang tahun dan dapat menjadi fondasi kemandirian ekonomi nasional.

Sementara itu, eksplorasi sumber daya tambang sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terukur, tanpa tergesa-gesa. Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan pasar, memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang, serta menghindari ketergantungan berlebihan pada negara lain.

Dengan pemahaman geoekonomi yang tepat, pembangunan nasional tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memastikan stabilitas, pemerataan, dan kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *