28 Januari 2026

Elang Bondol dan Salak Condet, Ikon Resmi yang Mewakili Karakter Jakarta

0
60d425b7ca11c

Jakarta, Otoritas.co.id — DKI Jakarta memiliki maskot resmi yang menjadi simbol identitas, sejarah, serta kekayaan alam dan budaya ibu kota. Maskot ini tidak hanya merepresentasikan karakter masyarakat Jakarta yang dinamis dan modern, tetapi juga menegaskan komitmen pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1796 Tahun 1989, terdapat dua maskot resmi Provinsi DKI Jakarta, yaitu Elang Bondol sebagai maskot fauna dan Salak Condet sebagai maskot flora.

Elang Bondol (Haliastur indus) dipilih karena mencerminkan ketangguhan, ketangkasan, dan semangat juang tinggi. Burung pemangsa ini juga melambangkan kewaspadaan dan kecepatan, karakter yang diharapkan melekat pada masyarakat Jakarta sebagai kota metropolitan yang kompetitif dan adaptif. Elang bondol dikenal luas masyarakat dan kerap tampil dalam berbagai kegiatan resmi, termasuk event olahraga nasional dan internasional.

Sementara itu, Salak Condet merupakan buah khas dari kawasan Condet, Jakarta Timur, yang memiliki nilai historis dan budaya tinggi. Salak ini pernah menjadi komoditas unggulan Jakarta pada masa lalu dan menjadi simbol kekayaan hayati serta kearifan lokal Betawi. Penetapan Salak Condet sebagai maskot flora juga menjadi bagian dari upaya pelestarian tanaman khas daerah di tengah pesatnya urbanisasi.

Selain maskot resmi tersebut, Jakarta juga memiliki ikon budaya yang kerap diasosiasikan sebagai simbol kota, seperti ondel-ondel. Meskipun bukan maskot resmi, ondel-ondel telah menjadi representasi budaya Betawi yang melekat kuat dalam berbagai acara, perayaan, dan penyambutan tamu kehormatan.

Dalam perkembangannya, berbagai institusi dan kawasan di Jakarta juga menghadirkan maskot masing-masing untuk memperkuat identitas dan komunikasi publik, seperti maskot transportasi publik, kawasan wisata, hingga ruang hijau kota. Hal ini menunjukkan bahwa maskot memiliki peran strategis dalam membangun kedekatan emosional antara pemerintah, masyarakat, dan pengunjung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong pemanfaatan maskot daerah sebagai media edukasi, promosi pariwisata, serta penguatan karakter budaya kota. Dengan mengangkat Elang Bondol dan Salak Condet sebagai simbol resmi, Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian nilai-nilai lokal.

Maskot DKI Jakarta bukan sekadar simbol visual, melainkan cerminan jati diri kota: kuat, tangguh, berbudaya, dan berwawasan lingkungan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *