Pemerintah Siapkan Strategi Akselerasi Industri Tekstil Masuk 5 Besar Dunia

Jakarta, otoritas.co.id — Pemerintah Indonesia terus memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor manufaktur nasional dengan target menjadikan industri tekstil Indonesia masuk dalam lima besar dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (17/1/2026).
“Industri tekstil dan produk tekstil memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor. Pemerintah menargetkan sektor ini mampu masuk dalam lima besar dunia melalui penguatan hulu-hilir, modernisasi teknologi, dan perluasan pasar ekspor,” ujar Airlangga, Jumat (17/1/2026).
Senada, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah dalam penguatan industri tekstil saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/1/2026).
“Kami mendorong restrukturisasi mesin dan peralatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia industri, serta percepatan adopsi teknologi industri 4.0 agar produk tekstil Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional,” kata Agus, Kamis (16/1/2026).
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menambahkan pentingnya modernisasi industri dalam pernyataannya di sela kegiatan industri nasional, Rabu (15/1/2026).
“Peningkatan utilisasi kapasitas produksi dan efisiensi energi menjadi fokus kami agar industri tekstil nasional tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing dengan produsen global,” ujarnya, Rabu (15/1/2026).
Dari sisi pelaku usaha, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menyampaikan apresiasinya dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Selasa (14/1/2026).
“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperkuat industri tekstil nasional. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kami optimistis industri tekstil Indonesia dapat memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” ungkap Jemmy, Selasa (14/1/2026).
Industri tekstil dan pakaian jadi saat ini menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi salah satu penyumbang ekspor nonmigas terbesar. Pemerintah menilai, penguatan sektor ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Meski menunjukkan tren positif, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan seperti ketimpangan utilisasi produksi, tekanan impor, serta kebutuhan peningkatan riset dan inovasi. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan kajian strategis dan dialog dengan pelaku industri guna memastikan kebijakan yang diterapkan tepat sasaran.
Dengan strategi yang komprehensif dan terintegrasi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa industri tekstil akan menjadi salah satu sektor kunci dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan manufaktur di tingkat global. (Red)
