14 Januari 2026

Sinergi UPKP Sumpiuh dan Tani Unggulan Dorong Pertanian Berkelanjutan

0
IMG-20260113-WA0043

Banyumas, Otoritas.co.id – Upaya pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan terus dikembangkan di Kabupaten Banyumas. Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh kini memanfaatkan limbah organik dari kawasan Taman Kota Sumpiuh untuk diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Sampah organik yang diolah berasal dari daun kering, ranting pepohonan, serta sisa pemangkasan pohon dan tanaman hias. Setiap hari, petugas kebersihan melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah dengan memisahkan material organik dari sampah anorganik seperti plastik.

Setelah melalui proses pemilahan, sampah organik tersebut dicacah menggunakan mesin pencacah agar berukuran lebih kecil. Selanjutnya, material hasil cacahan diproses melalui tahapan pengomposan hingga menghasilkan pupuk kompos yang siap digunakan untuk kegiatan pertanian.

Pupuk kompos produksi UPKP Wilayah Sumpiuh ini dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan demplot Paguyuban Tani Unggulan yang berlokasi di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Kerja sama ini terjalin setelah Ketua Paguyuban Tani Unggulan, Ma’rufiyatno, melakukan koordinasi langsung dengan pihak UPKP Wilayah Sumpiuh terkait pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk pertanian, Selasa (13/1/2026).

Titien Isnaeni, S.Pd Kepala Unit Pengelola Kebersihan Dan Pertamanan (UPKP), Wilayah Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.(dok/ft/adyt)

Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan serta pengembangan pertanian yang ramah lingkungan.

“Melalui pengolahan kompos ini, sampah organik yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian. Kami sangat mendukung sinergi antara UPKP, petani, penyuluh pertanian lapangan, dan tenaga profesional pertanian,” ujarnya saat ditemui di Taman Kota Sumpiuh.

Ia menambahkan, selain mampu menekan volume sampah, kegiatan pengomposan juga memberikan manfaat ekologis serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Tani Unggulan, Ma’rufiyatno, mengapresiasi dukungan UPKP Wilayah Sumpiuh yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam mendukung pertanian organik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UPKP Wilayah Sumpiuh, khususnya kepada Ibu Titien Isnaeni, yang sangat terbuka dan mendukung pemanfaatan kompos untuk kegiatan demplot pertanian. Dukungan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Menurut Ma’rufiyatno, kolaborasi lintas sektor antara petani, UPKP, penyuluh pertanian lapangan, serta tenaga profesional pertanian menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Program pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan demplot pertanian berbasis pupuk kompos tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat konsep pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penulis: Ahdiyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *